Kamis, 28 Mei 2026

Berita NTT Hari Ini

Wabup Mabar Sebut Siap untuk Event Nasional Maupun Internasional

bisa makan dan minum dengan nyaman, bisa berwisata dengan nyaman dengan flow yang juga tidak merusak lingkungan.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Direktur BPOLF, Shana Fatina bersama Host Manager Online Pos Kupang, Alfons Nedabang 

Pemerintah punya tekad bagaimana membuat daerah ini tidak saja aman jadi tidak hanya menerapkan protokol kesehatan pada masa covid ini tapi juga ingin kita memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap wisatawan, setiap orang yang datang berkunjung ke Labuan Bajo. 

Dalam ranga memberikan rasa aman di bidang kesehatan tadi maka kita genjot melakukan vaksinasi Covid-19.

Kami dapat sampaikan bahwa sampai dengan kemarin data Covid kita sudah sekitar 97.2 persen dosis pertama dan dosis kedua sudah 78.6 persen. Ini juga capaian yang sudah sangat tinggi menurut kami dan sekarang kita sudah mulai dengan booster. 

A : Kalau pemerintah sudah siap, seperti apa kesiapan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLF)?

S : Menambahkan dari yang disampaikan oleh pak Wakil Bupati ya jadi seperti sebagaimana pertama kali ditetapkan Labuan Bajo sebagai satu diantara sepuluh Balai Baru pada tahun 2016 kalau nggak salah waktu itu, kemudian 2019 ditingkatkan, kita terpilih menjadi satu diantara lima Destinasi Super Prioritas dan memang kita diberi tantangan bersama oleh bapak Presiden untuk bagaimana menyiapkan Labuan Bajo menjadi venue G20 pada saat itu.

Nah kemudian tentunya banyak hal yang kita lakukan bersama - sama, lintas kementerian kemudian kalau kami dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores kan punya dewan pengarah 19 Kementerian kemudian kita elaborasikan dengan teman - teman pemerintah provinsi yang satu dewan pengarah kami juga bapak Gubernur NTT, kemudian pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kita mencoba untuk bagaimana mengupgrade pariwisata yang pada saat itu di Labuan Bajo untuk bisa menjadi model pariwisata berkelanjutan, berkualitas, berkelas dunia dan berkeadilan.

Nah penting sekali komponen itu karena memang pariwisata yang dilakukan di sini adalah sangat sensitif terhadap ekologi karena kita punya Taman Nasional Komodo dan segala macamnya.

Nah singkatnya adalah bahwa menyiapkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang siap menyelenggarakan event internasional berarti menaikkan kapasitas destinasinya. Kalau kita bisa bandingkan, untuk kepentingan G20 misalnya, berarti hitungannya itu kira - kira Labuan Bajo siap menerima 20.000 orang pada saat yang sama tanpa kekurangan tempat tinggal, bisa makan dan minum dengan nyaman, bisa berwisata dengan nyaman dengan flow yang juga tidak merusak lingkungan. Kira - kira seperti itu.

A : 20.000 itu delegasi dari berbagai negara ya? 

S : Betul. Jadi kalau kita lihat G20 ini sebenarnya visinya dulu itu adalah bagaimana 20.000 orang datang bersamaan di satu tempat. Nah dalam jangka waktu tiga tahun tersebut kita lakukan banyak perbaikan dan peningkatan kapasitas.

Tidak hanya pemerintah ya, Kementerian PUPR melakukan dengan KSPN Labuan Bajonya, penataan Batu Cermin, Puncak Waringin dan segala macamnya. Kemudian teman - teman KLHK juga berkolaborasi dengan teman - teman PUPR meningkatkan fasiltas di Pulau Rinca, misalkan.

Lalu Kementerian Perhubungan membangun pelabuhan peti kemas Wae Kelambu sehingga pelabuhan Labuan Bajo fokus untuk pelabuhan pariwisata.

Nah keseluruhan penataan untuk membangun pola perjalanan wisata di dalam kota sehingga nantinya Labuan Bajo ini tidak hanya menjadi tempat transit orang ke Taman Nasional Komodo tapi justru Labuan yang menjadi destinasinya dan dalam tiga tahun terakhir juga terlihat sekali pertumbuhan ekosistem industri yang ada. Hotel, restoran dan segala macamnya kita bisa bilang tiga kali lipat lah ya.

Nah persis sebelum Covid terjadi itu sebenarnya pertumbuhan Labuan Bajo lagi eksponensial. 2016 sekitar 85.000 di 2019 akhir itu 250.000 jadi tiga kali lipat. Dari tiga kali lipat ini kita melihat bahwa ada ruang pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Disitulah kita juga punya misi berikutnya adalah bagaimana komponen sektor industri Parekraf ini bisa diisi oleh produk - produk lokal.

Nah makanya kita masuk ke komponen rantai pasok ya bagaimana produk - produk tadi tidak hanya produk UMKM tapi produk sektor primer seperti produk pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan itu bisa mensuplai kebutuhan Labuan Bajo.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved