Berita Kupang Hari Ini
Program Siap Siaga Dukung Pariwisata Kabupaten Kupang
sejalan dengan rencana Pemda Kupang terkait dengan keberlanjutan Program Parawisata di Kabupaten Kupang pasca Pandemi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Penanganan Bencana terpadu lewat Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di desa wisata Kabupaten Kupang melalui program Siap Siaga.
Program tersebut digagas oleg tim Swara Parangpuan dan Yayasan Ume Daya Nusantara dan menyamlaikan p Program Hibah SIAP SIAGA kepada Bupati Kupang Korinus Masneno.
Dalam audiens di ruang kantor Bupati Kupang, Kamis 10 Maret 2022 program Siap Siaga merupakan program pengurangan risiko pemulihan dampak Covid-19 terhadap masyarakat di desa Wisata kabupaten Kupang.
Baca juga: Bencana di Kabupaten Kupang Karena Kurang Adanya Kesiapsiagaan
Koordinator Program Yayasan Ume Daya Nusatara Simon Sadi Open menjelaskan program Siap Siaga adalah program lima tahun yang didanai oleh Pemerintah Australia, dalam hal ini Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), dalam kemitraannya dengan Pemerintah Indonesia.
Tujuannya untuk memperkuat penanggulangan bencana di Indonesia dan mendorong kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam memperkuat aksi kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.
Dia juga menginformasikan bahwa program hibah tersebut akan diimplementasikan selama 9 bulan dengan strategi merevitalisasi desa wisata yang inklusi di 3 desa wisata yang ada di kecamatan Semau, Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Kupang Barat.
Baca juga: 6674 Anak Di Kabupaten Kupang Alami Stunting
Usulan Program ini disambut baik oleh Bapak Korinus Masneno, karena sejalan dengan rencana Pemda Kupang terkait dengan keberlanjutan Program Parawisata di Kabupaten Kupang pasca Pandemi.
Bupati Korinus juga berharap agar lewat program ini ada masukan berupa sumbangan ide, pikiran, pengembangan infrastruktur dan amat terlebih penyiapan Masyarakat Penerima Tamu.
"Pemerintah melakukan perannya dengan segala keterbatasan telah menyiapkan infrastrukturnya namun lebih penting lagi para pihak dapat bekerja sama menyiapkan masyarakat yang nantinya akan mengambil peran dalam perawatan, penjualan dan manajemen dari tempat wisata tersebut," jelasnya.(*)