Opini
Dewa Putu Sahadewa: Kenapa Nyepi Berulang?
Jika Fikiran yang memegang kendali justru ego, keinginan, kemelekatan dan nafsu berbalut kecerdasan palsu yang akan merajai perbuatan kita.
Penyeimbangan Tri Hita Karana: Tubuh diri , Alam lingkungan dan Tuhan diejawantahkan secara nyata dalam perayaan Nyepi.
Kedisiplinan dalam tapa Bratha dikombinasi dengan ritual pembersihan dan penyucian, korban suci dan sublimasi wajah buruk menjadi kebaikan, dengan segala pemaknaan menjadi ajaran luhur yang sepatutnya dilaksanakan dengan penuh ketulusan oleh pemeluk Hindu.
Dan apa yang terjadi jika kita belum mampu melaksanakan secara benar ritual Nyepi khususnya untuk diri sendiri?
Baca juga: Hari Raya Nyepi Pada Masa Pandemi Covid-19: Budiana Imbau Patuhi Protokol Kesehatan
Teruslah berbuat baik, menabung karma yang akan menjadi pegangan utama saat memasuki gerbang kematian nanti, tapi sebelum itu diberi kesempatan untuk memperbaiki kualitas Nyepi kita kembali di tahun - tahun mendatang , karena Nyepi, Tahun Baru Caka, sebagaimana hari baik dan suci senantiasa berulang .
Selamat Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Saka 1944. Tetaplah disiplin dalam menjaga kesehatan, dan berdoa pandemi segera menjadi hanya endemi biasa. (Dewa Putu Sahadewa/Wakil Ketua Pengurus Harian PHDI NTT/Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dewa-putu-sahadewa-pandita.jpg)