Berita Malaka Hari Ini

Harga Kedelai Melonjak, Begini Komentar Pengusaha Tahu Tempe di Malaka

harus tetap beroperasi sambil menunggu harga normal dan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat atas kenaikan harga kedelai ini.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/NOFRY LAKA
Aci Tias Pengusaha Tahu Tempe di Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Selasa 22 Februari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka 

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Harga kedelai melonjak drastis hingga mengakibatkan pengusaha tahu tempe di Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka Stres berat. 

Aci Tias salah satu pengusaha tahu tempe di Laran yang ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa 22 Februari 2022 menyatakan, kenaikan harga kedelai ini sudah dua bulan lalu dan pihaknya tetap menjual dengan harga normal. 

"Tapi takaran tahu tempe per satu papan ini dikurangi. Misalnya per satu papan kedelainya tiga setengah kilo iya kita kurangi setengah darinya," kata Aci Tias.

Baca juga: 13 Kasus Covid -19 Bertambah di Malaka, 9 Tenaga Kesehatan Positif, Dokter Lina : Gejala Ringan

Jadi, kita jual per satu papan tahu tempe di Laran tetap dengan normal yakni dengan harga Rp 60.000 dan seterusnya. 

Menurut Aci Tias,  kenaikan ini bukan saja terjadi pada kacang kedelai namun juga bahan pendukungnya seperti cuka per jeriken 30 liter Rp 850.000 dan harga lama Rp 650.000. 

Sedangkan untuk kacang kedelai harga lama per satu karung berkisar Rp 565.000 dan sekarang berkisar Rp 600.000.

"Kenaikan harga ini memang benar-benar bikin saya stres," ucapnya. 

Baca juga: Tiga Pasangan PNS di Kabupaten Malaka Bercerai, Ini Catatan Dispenduk

Namun, lanjut Aci Tias, kita harus tetap beroperasi karena tidak beroperasi mau makan apa.

Aci Tias menambahkan, harus tetap beroperasi sambil menunggu harga normal dan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat atas kenaikan harga kedelai ini.

Sementara konsumen Carlis, yang ditemui Pos Kupang saat membeli tahu tempe di Laran menyatakan, dulu kami beli dengan harga Rp 10.000 per satu plastik isinya full dan saat ini ia mangaku isi tahu tempe per satu plastik tidak lagi full. (*)

Berita Malaka Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved