Konflik Kabaru Sumtim Berakhir
Cium Sumba Akhiri Perseteruan Gubernur Viktor-Umbu Maramba, Kabaru Jadi Lokasi Peternakan
Upacara dengan nuansa adat Sumba yang sangat kental itu difasilitasi Bupati Sumba Timur Khristofel Praing.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Alfons Nedabang
Setelah tercapai kata sepakat, para tetua adat menikam dua babi dan satu kerbau di halaman rumah besar. Babi dan kerbau itu sebagai hewan kurban.
Berikutnya, pihak Umbu Marambah menyerahkan dua babi dan dibalas dengan penyerahan 3 kerbau oleh pihak pemerintah.
Saat memberi sambutan, Bupati Khristofel Praing mengatakan, dalam tradisi adat Sumba, perdamaian merupakan hal yang direstui oleh langit dan bumi dan bersatu dalam peraduan manusia.
Baca juga: DPRD Salut Peran Bupati Sumba Timur Mediasi Perdamaian Gubernur NTT dan Umbu Maramba
Ia menyebut, konflik atau perselisihan yang terjadi antara Gubernur Viktor dan Umbu Maramba di Kabaru pada 27 November 2021 silam sebagai hari naas yang tidak direncanakan oleh siapa pun.
"Kita maknai sebagai kemarau sosial. Jika kita usahakan menjadi baik maka hujan berkat akan turun bagi kita. Leluhur dan alam dengan caranya memberi kita berkat untuk berbuat," ucapnya.
Menurutnya, perdamaian sebagai hal yang bermakna bagi semua masyarakat. Dari peristiwa tersebut dia dan masyarakat bisa belajar bagaimana berhadapan dengan orang yang lebih tua dan lebih senior.
"Peradaban tertinggi adalah itikad baik dan perdamaian yang direalisasikan. Karena itu perdamaian tidak boleh dipertentangkan karena hal itu merupakan kebenaran," ujarnya.
Baca juga: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Tokoh Adat Sumba Timur Berdamai, Ini Kata Pengamat
Sementara Gubernur Viktor mengatakan tidak pernah marah dan sakit hati. Ia mengaku tidak bermusuhan dengan siapa pun. Bahkan ia siap ke rumah jika diundang pihak Umbu Maramba.
"Saya tidak bermusuhan dengan siapa pun tetapi saya sangat sayang terhadap warga Sumba Timur terlebih kepada bapak Umbu Maramba sekeluarga," ucap Gubernur Viktor.
Ia menyebut musuh utamanya adalah kebodohan, kemiskinan dan kepura-puraan masyarakat. Gubernur Viktor menegaskan, dia ingin membawa masyarakat keluar dari kemiskinan dan kebodohan.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Bupati Khistofel Praing, mantan Bupati Lukas Kaborang dan mantan Ketua DPRD Palulu Ndima.
"Saya bersyukur hari ini (terselenggara), Bupati Sumba Timur lewat rumah besar di Lambanapu. Terima kasih rumah besar Lambanapu yang memberi ruang dan tempat. Semangat kita adalah, mari kita sama sama membangun Sumba Timur, mari kita membuat peternakan di sana hebat, semua kemajuan yang bisa untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Di Sumba Timur, Viktor Laiskodat Mengaku Datang Ke NTT Karena Diperintah Tuhan
Setelah Bupati Khristofel Praing dan Gubernur Viktor berbicara, dilangsungkan penandatanganan berita acara melalui mekanisme musyawarah keluarga secara adat budaya Sumba Timur oleh Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Aleks Lumba, Umbu Maramba serta Umbu Jems.
Penandatanganan juga dilakukan Bupati Khristofel Praing, Ketua DPRD Ali Oemar Fadaq dan Sekda Domu Warandoy.
Berikutnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur Yohanis Praing, mantan Ketua DPRD Palulu Pabundu Ndima dan mantan Bupati Lukas Mbadi Kaborang.