Berita Kupang Hari Ini

Sisi Lain Jembatan Liliba Kota Kupang, Tak Hanya Tempat Pencabut Nyawa Juga Jadi Sarana Gembok Cinta

Sisi Lain Jembatan Liliba Kota Kupang, Tak Hanya Tempat Pencabut Nyawa Juga Jadi Sarana Gembok Cinta

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Beberapa gembok yang tersisa, dan pernah menjadi sarana muda-mudi Kota Kupang dalam menyatukan cinta. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Jembata Liliba yang berada di Jalan Piet A. Tallo, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini terkenal sebagai jembatan pencabut nyawa oleh kebanyakan warga Kota Kupang.

Hal tersebut didasari atas kasus bunuh diri yang terjadi hampir setiap tahun di jembatan tersebut.

Selalu ada warga Kota Kupang yang datang untuk mengakhiri hidupnya di jembatan yang dibangun tahun 1994 itu.

Berbagai masalah kehidupan dipicu sebagai alasan seseorang untuk mengakhiri hidup, mulai dari masalah ekonomi, keluarga, sampai kisah cinta yang berakhir tragis.

Baca juga: Pandangan Akademisi Undana Kupang Balkis Soraya Tanof Terkait Cerita Mistik di Jembatan Liliba

Namun dibalik semua sisi gelap itu, ada yang menarik. Jembatan Liliba pernah menjadi saksi pasangan muda-mudi Kota Kupang dalam mengabadikan kisah cinta mereka dengan gembok cinta yang dikuncikan di sela-sela jerugi pagar pembatas jembatan tersebut.

Setelah digembok, kunci gembok tersebut lalu dibuang ke dasar kali, dan meyakini dengan cara tersebut, kisah cinta mereka akan kekal abadi.

Sayang, akhir-akhir ini, fenomena tersebut hanya tinggal sebuah cerita yang pernah jadi perbincangan hangat warga Kota Kupang tentang Jembatan Liliba.

Hal tersebut tak lagi bisa kita jumpai, gembok- gembok cinta yang pernah terpasang, kini sudah berkarat, kata-kata cinta yang pernah ditulis di selembar kertas yang terikat mati dengan gembok tersebut kini sudah memudar dan hilang entah kemana.

Baca juga: Sosiolog Undana Yos Jelahut Sebut Jembatan Liliba Sebagai Media Orang Bunuh Diri

Saat ini Fenomena tersebut bukan lagi menjadi suatu trend muda-mudi Kota Kupang, terlebih dalam merayakan hari Valentine setiap tanggal 14 Februari.

Menurut warga sekitar, terakhir kali orang datang dan memasang gembok cinta di jembatan Liliba terjadi sekitar tahun 2016 - 2017.

"Sudah lama sekali, sekarang su sonde ada lagi yang gembok-gembok begitu, masanya sudah habis, " Ungkap Sandro seorang mahasiswa yang tinggal di ujung Jembatan Liliba saat ditemui POS-KUPANG Senin, 31 Januari 2022.

Sementara itu, Lexi Masang, seorang pria yang dulu pernah menggembok cintanya di jeruji jembatan Liliba mengatakan, hal tersebut awalnya dilakukan karena cuman ikut ramai saja.

Baca juga: Terkait Mistisnya Jembatan Liliba, Begini Pengakuan Yuli Dano 

"Dulu buat begitu karena viral, dan banyak orang yang buat makanya saya juga ikut rame, ma tapi hasilnya sekarang saya dan pacar saya kami masih berhubungan, " Katanya sambil tertawa dalam sambungan telepon. 

Dalam pantauan POS-KUPANG, beberapa gembok masih terlihat tergelantung di sisi kiri dan kanan jembatan, dengan jarak yang cukup jauh setiap gemboknya.

Bagi anda yang tertarik melihat peninggalan gembok cinta tersebut, bisa dilakukan dengan berjalan kaki menyelusuri sepanjang Jembatan Liliba. (*) 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved