Berita Manggarai Barat
Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Manggarai Barat Turun
dijaga kebersihannya serta adanya media yang dapat menampung air, terlebih di musim hujan saat ini merupakan penyebab adanya kasus DBD.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Mami mengatakan, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu menurun.
Paulus Mami menjelaskan, hingga 16 Januari 2022, tercatat kasus positif DBD di Manggarai Barat mencapai 7 kasus.
"Kasus menurun," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 17 Januari 2022.
Baca juga: Pemda Manggarai Barat Serius Tangani Sampah di Labuan Bajo
Para pasien positif DBD tersebut saat ini tengah menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan di Manggarai Barat.
Walaupun kasus DBD menunjukkan trend penurunan, Paulus menjelaskan, upaya pencegahan tetap dilakukan dengan melakukan penyuluhan, abateisasi dan pengamatan jentik nyamuk.
"Faktor penyebab adalah lingkungan, ditambah dengan adanya hujan," ujarnya.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat Capai 83,3 Persen
Paulus menilai, lingkungan yang kurang dijaga kebersihannya serta adanya media yang dapat menampung air, terlebih di musim hujan saat ini merupakan penyebab adanya kasus DBD.
"Adanya media, di lingkungan ada ban bekas dan ada telur nyamuk, begitu ada hujan dia menetas, dan inilah dia (nyamuk) berkembang. Jika tidak ada media perindukan, maka akan berkembang," jelasnya.
Pihaknya juga meminta agar setiap Ketua RT di daerah itu untuk bergerak dalam membersihkan lingkungan.
Baca juga: Pelajar SMP Antusias Ikut Vaksinasi Presisi Polres Manggarai Barat
"Saya lihat di sekolah yang punya asrama, dan sudah berkurang. Karena banyaknya pakaian yang digantung, kita lihat sudah banyak penurunan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paulus-mami-saat-ditemui-di-ruang-kerjanya.jpg)