Berita Sikka
Uskup Maumere Sampaikan 2 Pesan Penting Saat Nataru di Keluarga SPATER, Apa Saja?
2 Pesan Penting Ini Disampaikan Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu Saat Nataru di Keluarga SPATER
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu saat perayaan misa Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama keluarga besar SMPK Frater Maumere (SPATER), Selasa, 11 Januari 2022 pagi menitipkan dua pesan penting kepada komunitas sekolah Yayasan Mardi Wiyata.
Dua pesan nataru yang disampaikan Uskup Maumere dalam khotbahnya saat perayaan ekaristi bertema "Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan" dalam perayaan pertama, natal sebagai warta sukacita batin, pikiran dan tindakan setiap murid Yesus.
Tidak ada Natal tanpa rahmat Allah, dan kita mensyukuri pertama-tama rahmat itu, dan dalam renungan batin yang dalam, kita membawa pengalaman Betlehem dalam hati kita, tugas-tugas kita dan bahkan dalam impian dan cita-cita kita.
Kedua, natal sebagai kesempatan untuk menyatakan belas kasih dan pertolongan bagi orang orang yang susah dan sangat membutuhkan uluran tangan kita.
Baca juga: Begini Suasanannya, Uskup Maumere Pimpin Misa Hari Disabilitas Internasional 2021 di Likot - Sikka
Kita tidak bisa hidup dalam kemewahan dan keangkuhan hati lantas kita tidak terbuka hati untuk menolong sesama yang berkekurangan.
Sebaliknya seperti pesan rasul Petrus, kita terpanggil untuk tetap bersaudara dalam semangat cinta Kristus sendiri.
Uskup Maumere dalam khotbahnya yang diinspirasi Injil Lukas 2:1-14 juga menyebut dua sudut pandang yang indah tentang kelahiran Yesus.
Pertama, sudut pandang Maria dan Yosef, yang melihat kepasrahan diri mereka sebagai bentuk keyakinan pada sebuah janji yang tidak akan pudar.
Baca juga: Umat Katolik di Sikka Divaksin, Uskup Maumere Bahagia dan Sampaikan Terima Kasih
Perjumpaan cinta mereka sejak awal sudah harus ditantang oleh arti kemurnian, makna kesetiaan dan dalamnya harapan yang bertahan entah hingga kapan. Berjalan bersama bermodalkan pesan malaikat, mereka pergi ke Betlehem, untuk membuktikan janji malaikat Tuhan kepada mereka.
Kedua, sudut pandang orang-orang sederhana dalam diri para gembala di padang, ketika mereka dalam kepolosan dan ketulusannya, menerima rahmat dan berkat Tuhan pada malam yang sunyi dan hening itu.
Mereka tidak tahu carut marut keangkuhan istana kerajaan Herodes dan intrik keluarganya.Mereka juga tidak terlalu tahu tentang ekspansi kekuasaan Romawi yang hebat, namun mereka mengalami sungguh kerahiman dan belas kasih Allah dalam peristiwa pesan malaikat bahwa seorang juru selamat telah lahir.
Pesan yang sama pun bila tersampaikan pada hati yang congkak dan penuh dengki, tidak akan membuka hati manusia itu untuk bisa bersukacita dan meneruskan sukacita itu.
Uskup Maumere dalam khotbahnya juga menggarisbawahi peran cinta kasih Kristus yang mampu menggerakkan persaudaraan semua insan dunia.
Mengawali khotbahnya, Uskup Maumere mengutip sepenggal pesan Natal Paus Fransiskus pada Hari Natal Tahun 2021 demikian bunyinya: