Breaking News:

Berita Kota Kupang

16.355 Pelajar di Kota Kupang Divaksin

divaksin dan merupakan suatu keharusan memakai dinas akan mengambil langkah tegas dengan memanggil sekolah

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-OKTO NAITBOHO
Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho saat diwawancarai diruang kerjanya, senin 10 Januari 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho mengatakan, para orangtua diberikan kebebasan untuk memilih anaknya divaksin atau tidak.

Rujukan itu karena sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, vakasinasi bukan merupakan syarat mutlak untuk dimulainya PTM 100 persen.
   
Okto menjelaskan, sampai saat ini, capaian vaksinasi bagi siswa-siswi SD dan SMP di Kota Kupang mencapai 16 ribu 355 orang, atau 27 persen, dari total siswa-siswi SD dan SMP di Kota Kupang, baik swasta maupun Negeri sebanyak 61 ribu 280 orang.

Baca juga: Vaksinasi Anak di Kota Kupang Dihentikan, Begini Penjelasan Kadinkes

"Untuk siswa-siswi SD di Kota Kupang, dengan jumlah sebanyak 40 ribu 508 orang, yang sudah divaksin sebanyak 9.352 orang atau 23 persen," kata Okto, Senin 10 Januari 2022.
   
Untuk siswa-siswi SMP di Kota Kupang, dengan jumlah sasaran secara  keseluruhan sebanyak 20 ribu 732 orang, yang sudah divaksin sebanyak 7.003 orang, atau 33 persen.
   
Menurutnya, capaian vaksinasi bagi anak sekolah di Kota Kupang memang sangat baik karena pemerintah dibantu oleh berbagai instansi seperti Badan Intelejen Negara (BIN), Polres Kupag Kota, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. 

Baca juga: Pandemi Covid-19 Pengaruhi Data Stunting 2021 di Kota Kupang

"Untuk vaksinasi anak, sifatnya untuk meningkatkan proteksi diri bagi anak karena memasuki pembelajaran tatap muka 100 persen  tentunya interaksi akan meningkat, sehingga vaksinasi bersifat sebagai meningkatkan proteksi dan kekebalan tubuh anak," katanya.
  
Untuk itu, ia menegaskan kepada semua sekolah bahwa vaksinasi bagi anak bukan menjadi kewajiban tetapi pilihan. 

"Jika memang ada sekolah yang menegaskan kepada siswa-siswi untuk divaksin dan merupakan suatu keharusan memakai dinas akan mengambil langkah tegas dengan memanggil sekolah tersebut dan memberikan arahan yang benar," pungkasnya.

Baca juga: 18 Kelurahan di Kota Kupang yang Masih Terdapat Kasus Covid-19

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek mengatakan, terkait dengan pembelajaran tatap muka 100 persen, tentunya membutuhkan beberapa pernyatan yang harus dipenuhi, yakni vaksin tenaga pendidik, fasilitas penunjang protokol kesehatan.
   
"Namun dalam perjalanan Kota Kupang, menerapkan status PPKM level II, sehngga pemerintah mengambil kebijakan untuk menunda PTM 100 persen dan kembali pada PTM terbatas atau 50 persen," ujarnya.

Dia berharap, agar pemerintah jangan terkesan terburu-buru melaksanakan PTM 100 persen, lebih baik dilakukan uji coba.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Kota Kupang Ditunda

Karena untuk sekolah negeri, jumlah siswa-siswinya cukup banyak, sehngga kalau dilakukan tatap muka 100 persen, maka akan kesulitan karena ruangan kelas yang tidak dimungkinkan untuk menjaga jarak.

"Juga tentang vaksin anak yang sementara dipending karena harus diprioritaskan ke vaksin bagi lansia," ungkapnya.

Menurut Ewalde, vaksinasi bagi anak memang menjadi bagian penting untuk memproteksi anak dari paparan virus.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Kota Kupang Ditunda

"Dalam kondisi wabah ini, tentunya kita harus mengikuti anjuran pemerintah, lagi pula vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun juga sudah melalui tahapan uji coba sehingga dinyatakan aman bagi anak, jadi vaksinasi juga merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan anak dan proteksi," ujarnya.

Menurut Ewalde, tugas pemerintah adalah melindungi warganya. Jadi vaksinasi tentunya menjadi salah satu cara untuk menjaga setiap warga Kota Kupang. (*)

Berita Kota Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved