Berita Sumba Timur

Komisi C DPRD Sumba Timur Diminta Klarifikasi Pemutusan Kontrak Kerjasama oleh RSUD Umbu Rara Meha

Komisi C DPRD Sumba Timur Diminta Klarifikasi Pemutusan Kontrak Kerjasama oleh RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
RSUD- Gedung RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, gambar diambil Senin, 10 Januari 2022 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Ketua DPRD Sumba Timur Ali Oemar Fadaq meminta Komisi C yang membidangi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat untuk segera melakukan klarifikasi terkait persoalan pemutusan kontrak kerjasama sepihak RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan pihak ketiga sebagai penyedia jasa di rumah sakit itu. 

Hal itu disampaikan Ali Oemar Fadaq kepada POS-KUPANG.COM saat diskonfirmasi. "Kalau benar mereka sudah masukkan surat ke Dewan saya akan minta Komisi C untuk segera lakukan klarifikasi," ujar Ali Oemar Fadaq

Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur Ayub Tay Paranda mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari pihak ketiga yang mendapat pemutusan kontrak kerjasama dari rumah sakit. 

Ia menyebutkan Komisi C telah mengagendakan untuk memanggil para pihak untuk melakukan klarifikasi pada Rabu 12 Januari 2022.

Baca juga: Pemutusan Kontrak oleh RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Manajemen Hormati Langkah Rekanan

"Kita sudah agendakan untuk melakukan klarifikasi terhadap para pihak baik pihak rumah sakit maupun para penyedia jasa atau pihak ketiga. Semoga berjalan dengan baik dan mendapat hasil untuk kita rekomendasikan," ujar dia. 

Sebelumnya, terkait persoalan itu, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu mengaku menghormati semua langkah yang telah dan akan ditempuh pihak rekanan penyedia jasa yang telah diputus kontrak kerjasama oleh rumah sakit itu. 

Pemutusan kontrak kerjasama secara sepihak pada akhir Desember 2021 itu telah menimbulkan kekecewaan bagi empat penyedia jasa yang menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak rumah sakit dengan durasi tiga tahun atau hingga 31 Desember 2022.

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Rudi H. Damanik, Sp. Rad kepada POS-KUPANG.COM pada Selasa, 4 Januari 2022 mengaku tidak ingin memperuncing masalah dengan berbicara di media. "Kami manajemen rumah sakit menghormati langkah yang akan mereka ambil," kata dia.

Baca juga: Kontrak Empat Rekanan Diputus Sepihak Manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Sumba Timur

Ia menyebut, semua penyedia atau pihak ketiga yang saat ini merasa kecewa juga merupakan teman dari dirinya. Ia tidak dapat memberikan klarifikasi terkait persoalan itu. 

Sebelumnya, saat dikonfirmasi pada Senin 3 Januari 2022 siang, dr. Rudi menjanjikan akan memberikan klarifikasi bersama KTU RSUD Umbu Rara Meha, Rambu Ana pada Selasa pagi.

Salah satu rekanan, Ny. Yohanis Suhadi dari CV Indah Jaya Waingapu yang menjadi penyedia jasa dapur dan makan bagi pasien bahkan telah mengadukan persoalan itu ke DPRD Sumba Timur. 

Melalui surat nomor 03/YS/I/2022 dengan perihal mohon perlindungan hak, pihaknya mengadukan persoalan tersebut karena menyangkut kelangsungan hidup ekonomi dan para pekerja di masa pandemi. 

Dalam pengaduan itu, Ny. Yohanes Suhadi menguraikan bahwa kontrak hubungan kerja antara pihaknya dengan pihak RSUD Umbu Rara Meha berlaku sejak 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2022.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved