Berita Belu
Bupati Belu Agustinus Taolin Tegaskan Bantuan Tidak Seumur Hidup
berkaca dari pengalaman yang selama ini terjadi, lebih khusus bagi penerima bantuan pemberdayaan dari pemerintah
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Bupati Agus Taolin menyoroti peran tim Banwasdal yang lemah dan kurang optimal dalam melaksanakan tugas selama ini.
"Di sini seluruhnya tim Binwasdal monitoring dan evaluasi itu sangat lemah. Kita akan lakukan pengawasan secara berjenjang. Di kelurahan yang mendapat bantuan harus didata betul, dia mempekerjakan berapa, dapat bantuan apa, dimana tempat kerjanya, usahanya jalan atau tidak, macet atau tidak", paparnya.
Bupati mengemukakan, di tahun 2021, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah mengalokasikan anggaran Rp 1,4 M untuk membantu masyarakat agar membuka lapangan kerja.
Bantuan pemberdayaan itu diberikan kepada kelompok usaha seperti perbengkelan, menjahit, pertanian dan bidang usaha lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga dan Transmigrasi, Baltasar Bouk saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com menjelaskan, tahun 2021 pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu kelompok usaha kecil senilai Rp 1,4 M. Anggaran ini dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan usaha, pelatihan bagi calon penerima bantuan.
Jumlah penerima bantuan sebanyak 100 orang yang dibagi dalam 20 kelompok yang tersebar di lima kecamatan.
Kata Baltasar, pemerintah mengharapkan bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima bantuan, Alfianus Mau mengatakan, apa yang sudah ditegaskan Bupati Belu merupakan motivasi bagi penerima bantuan.
Itu suatu motivasi yang baik sebenarnya. Saya pikir bimbingan bagi kami pelaku ekonomi kreatif ini menjadi penting sehingga apa yang sudah dikasih pemerintah, kami harus optimalkan", ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-belu-tegaskan-bantuan-tidak-seumur-hidup.jpg)