Berita Nagekeo
Buka Konektivitas Internet, Kemenkominfo RI Bangun BTS di Kampung Malasera Nagekeo
internet menjadi enable yang penting dalam rangka digitalisasi untuk mendukung giat produktivitas masyarakat.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, MBAY--Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Republik Indonesia pad tahun 2021 ini membangun satu unit tower Base Transceiver Station (BTS) di Kampung Malasera, Desa Nataute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Pembangunan satu unit tower BTS tersebut merupakan upaya dari pemerintah pusat dalam membuka konektivitas internet di pelosok desa di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam sambutannya pada perayaan HUT NTT ke 63 dan kegiatan launching BTS mengatakan bahwa, seiring dengan arus cepat pengembangan zaman ditengah era transformasi digital saat ini, internet menjadi enable yang penting dalam rangka digitalisasi untuk mendukung giat produktivitas masyarakat.
Dengan internet, bisa mempromosikan budaya dan destinasi pariwisata hingga memasarkan produk ekonomi kreatif serta produk tani dan ternak dengan jangkauan wilayah nasional, wilayah regional, bahkan wilayah Internasional.
Baca juga: Bupati Nagekeo Tepis Berita Soal Waduk Lambo yang Tak Jadi Dikerjakan
Dijelaskannya, pada masa pandemi covid-19, dimana aktivitas dan mobilitas ruang-ruang menjadi terbatas, internet menjadi serana yang memungkinkan terlaksananya berbagai aktivitas masyarakat seperti pendidikan jarak jauh melalui edutec dan layanan kesehatan jarak jauh melalui healthtec.
Dengan realitas tersebut, sebagai prasyarat untuk mendapatkan konektivitas internet yang tangguh dan dapat diandalkan dibutuhkan pembangunan infrastruktur digital yang akseleratif di seluruh wilayah nasional di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Kementrian Komunikasi dan Informasi berupaya mengembangkan struktur konektivitas yang menjangkau hingga ke pelosok-pelosok Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) untuk mengentaskan kesenjangan digital di Indonesia.
Disektor hulu, pembangunan infrastruktur digital terus digiatkan termasuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Pertanahan Nagekeo Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL kepada Masyarakat
Saat ini telah terdapat 156 BTS eksisting dari Bakti Kominfo di wilayah NTT. Demi mendorong perluasan jangkauan konektivitas, maka BTS akan terus diperbanyak melalui rencana pembangunan 421 BTS di wilayah NTT pada tahun 2021 ini dan tahun 2022 mendatang.
"Termasuk diantarannya 89 BTS di Sumba Timur, 66 BTS di Manggarai Timur, 33 BST di Alor, 31 BTS di Lembata, 15 BTS di Rote Ndao dan kabupaten lainnya sebanyak 16 kabupaten di NTT," ujar Johnny G Plate secara virtual dari Jakarta, Senin 20 Desember 2021.
Dijelaskan Johnny, pembangunan BTS di Indonesia dilakukan dalam lini masa akseleratif dan ditargetkan seluruh 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia bisa mendapatkan jaringan konektivitas 4G pada akhir tahun 2022 mendatang atau 10 tahun lebih cepat dari rencana yang didesign awal.
Akselerasi ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi pertumbuhan bagi masyarakat akar rumput melalui penggunaan platform digital serta memberikan multiplayer effec di berbagai bidang.
Baca juga: DPD PAN Nagekeo Gelar Vaksinasi Massal di Nangadhero
Johnny mengaku sangat gembira karena bergabung secara virtual masyarakat di 16 desa pada 16 Kabupaten di Provinsi NTT yang mulai hari ini menggunakan layanan BTS signal 4G karya Bakti Kominfo.
Masyarakat Desa Toe di Manggarai, Desa Naru Kanoru di Sumba Timur, Desa Numba Atalojo di Lembata, Desa Faipua di Rote Ndao, Desa Tamanmataru di Alor, serta masyarakat dari 11 desa lainnya di Provinsi NTT yang saat ini bergabung dalam acara ini.