Hasil Evaluasi Setelah Satu Bulan PTM, Siswa SD Kristen Citra Bangsa Taat Prokes

Hasil Evaluasi Setelah Satu Bulan PTM Siswa SD Kristen Citra Bangsa Taat Prokes karena tanpa pengawasan dari dekatpun siswa sudah menerapkan prokes

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
ISTIMEWA
Penerapan Prokes di SD Kristen Citra Bangsa pada awal PTM dimana siswa masih diawasi dari dekat. Namun Hasil Evaluasi Setelah Satu Bulan PTM, Siswa SD Kristen Citra Bangsa Taat Prokes meski tidak diawasi dari dekat 

POS-KUPANG.COM - Setelah satu bulan sekolah tatap muka di mulai, siswa Sekolah Dasar Kristen (SDK) Citra Bangsa sangat displin dalam penerapan protokol kesehatan.

"Satu bulan pertama sekolah tatap muka, setiap hari kami melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan," ujar Kepala SDK Citra Bangsa, Dra Dihartati yang ditemui beberapa hari lalu.

Dihartati mengungkapkan, selain protokol kesehatan, siswa diajar untuk jalan di jalur yang telah disediakan, masuk keluar kelas sehingga siswa ada kerumuman.

Baca juga: Libur Nataru, Jubir Kemhan Dahnil Anzar Simanjuntak Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

"Dalam satu bulan pertama tatap muka, kami mengawasi setiap hari. Namun setelah itu, kami mengawasi dari jarak jauh, tidak dekat. Ternyata siswa sudah paham mengenai protokol kesehatan. Tanpa kami awasi dari dekat pun, mereka sudah mencuci tangan dengan air dan sabun serta mengeringkan tangan dengan tisu yang sudah disiapkan.  Sedangkan untuk pakai masker, saat keluar rumah, siswa sudah menggunakannya," ungkapnya.

Sambil mengajarkan disiplin protokol kesehatan, siswa juga diajar untuk memberikan salam dengan cara mengatupkan kedua belah tangan di depan dada.

"Kami ajar untuk memberikan salam karena satu tahun lebih mereka hanya di rumah, sehingga mereka tidak terbiasa memberikan salam. tapi setelah itu mereka sudah bisa memberikan salam," ujar Dihartati.

Baca juga: Masyarakat Marapu Memahami Covid-19 dan Protokol Kesehatan

Dengan kesadaran yang sudah tumbuh dari dalam diri sendiri, kata Dihartati, siswa tidak hanya taat protokol kesehatan di sekolah saja tapi di berbagai tempat juga diharapkan taat untuk protokol kesehatan.

Bukan hanya siswa yang disiplin untuk prokes, pihak sekolah juga memiliki kewajiban untuk menyediakan air, sabun dan juga hand sanitizer. Sebelum siswa masuk, ada petugas yang mengukur suhu tubuh, dan kelas dibersihkan setiap hari dengan hand sanitizer.

Orang tua yang menjemput juga harus prokes saat menjemput siswa. Siswa baru bisa keluar dari dalam kelas setelah orang tua melaporkan kepada piket bahwa anaknya sudah dijemput. "Kalau orang tua belum jemput, maka siswa tetap berada di dalam kelas," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Imbau Masyarakat Tetap Melaksanakan Protokol Kesehatan

Salah satu siswa kelas 2, Marcello mengatakan di pintu masuk ada guru yang mengukur suhu tubuh, kemudian menuju ke lokasi cuci tangan. "Di sana sudah ada sabun dan tissu. setelah pakai tisu dibuang di tempat sampah. Baru jalan ke dalam kelas. Jalan ke kelas ikut tanda yang sudah ada,' ujarnya.

Pemerintah sejak awal telah mengingatkan kepada pihak sekolah dalam penyelenggaraan Pembelajaran tatap muka (PTM) harus menerapkan protokol kesehatan seperti skrining kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekolah sehingga tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

Mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik dari penularan Covid-19 adalah keharusan

Baca juga: PTM Tahap Kedua, SDI Liliba Kupang Perketat Protokol Kesehatan, Siswa Wajib Ikut

Satgas meminta satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara hati-hati.

Berbagai kasus positif Covid-19 pada peserta didik di berbagai daerah, harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain. Sehingga kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

Selain itu sekolah harus melakukan evaluasi penerapan pembatasan.

Khususnya terkait penerapan protokol kesehatan seperti skrining kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekola sehingga tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

Berita lain terkait protokol kesehatan

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved