Senin, 4 Mei 2026

Berita Sumba Timur

Masyarakat Marapu Memahami Covid-19 dan Protokol Kesehatan

Masyarakat pemeluk kepercayaan Marapu di Pulau Sumba telah memahami COVID-19 dan protokol kesehatan

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Presentasi hasil penelitian tentang Pandemik Covid-19 Dari Perspektif Sosial Demografi di Kambaniru Beach Hotel and Resort Waingapu Sumba Timur, Selasa 23 November 2021. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Masyarakat pemeluk kepercayaan Marapu di Pulau Sumba telah memahami COVID-19 dan protokol kesehatan.

Demikian kesimpulan hasil penelitian Badan Riset Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik terkait Masyarakat Marapu di tengah Pandemik Covid-19 : Perubahan Sosial Demografi dan respons menghadapi dampak pandemi.

Penelitian dilakukan oleh Al Huda Yusuf, Desintha Vibrianty, Gusty Ayu Ketut Suriarti, I.G.N.A. Rama G., Inayah Hidayati dan Sari Seftiani itu dilakukan pada September 2021 di beberapa lokasi di Pulau Sumba.

Hasil penelitian tersebut juga menyebut kerentanan masyarakat penganut kepercayaan Marapu kuda dipengaruhi oleh kelompok umur, jenis kelamin dan kepadatan penduduk dari sisi model permukiman mereka.

"Dampak terbesar Covid-19 adalah di sektor pariwisata akibat pembatasan mobilitas penduduk," kata Al Huda Yusuf, ketua tim peneliti saat presentasi dalam kegiatan Diseminasi penelitian di Kambaniru Beach Hotel and Resort Waingapu Sumba Timur, Selasa 23 November 2021.

Al Huda mengatakan, kegiatan ritual adat masyarakat tidak terlalu terdamak selama pandemi. Tetapi yang terdampak, yakni dalam hal migrasi dimana masyarakat yang menggantungkan diri ke sektor pariwisata.

Respon dan strategi penanganan, kata dia, dibedakan menjadi tiga level yaitu perintah daerah, kominitas masyarakat adat dan pada tingkat individu atau rumah tangga.

Plt. Kepala BPS NTT, Adi Hendrik Manafe dalam sebutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerjasama yang telah dilaksanakan oleh BRIN dan BPS.

Data dan statistik, kata Manafe, menjadi krusial karena kebutuhan data menjadi support system dalam berbagai pengambilan kebijakan.

"Kerjasama ini sudah tepat. Tim mengkoordinasikan untuk melakukan kajian covid terhadap masyarakat adat kepercayaan Marapu di Pulau Sumba," kata Manafe.

Ia menyebutkan, dampak Covid yang ditimbulkan pada masyarakat adat khususnya pemeluk Marapu di Sumba tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan tapi juga sosial demografi dan ekonomi.

Kesulitan akibat penurunan aktivitas ekonomi cukup dominan dalam kehidupan masyarakat.

"Harapan kita kiranya dapat memberi kontribusi bagi pemerintah terutama dalam membuat kebijakan terkait covid 19," kata Manafe.

Sementara itu, Koordinator Program dan Perencanaan Riset BRIN, Trina Susanti menyebut bahwa BRIN dan BPS memberi sudut pandang lain melalui penelitian yang dilaksanakan terhadap masyarakat Marapu di Sumba Timur.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved