Berita Pemprov NTT
Petani Desa Raknamo Kupang Terbantu Dengan Program Tanam Jagung Panen Sapi Pemprov NTT
benih komposit dan hasil produksinya hanya mencapai 3 ton per hektar. Dari skala usaha ini tidak berjalan dengan baik.
Dikatakan kolaborasi pertanian dan peternakan sangat penting agar memiliki daya unit demi mewujudkan target-target yang ingin di capai. Panen jagung standar saja, bisa panen 1 ekor sapi, babi 5 ekor. Ini juga aberkaitan dengan jumlah permintaan hewan ke luar NTT.
"Populasi binatang kita juga saat ini sangat sedikit, sedangkan kalau banyak permintaan lama2 bisa habis. Bisa ada moratorium pengiriman sapi dikemudian hari," katanya.
Ia juga menjelaskan terkait pengelolaan pangan dan pengelolaan limbah yang juga bisa membatu masyarakat.
"Memangada problem karena usaha kecil, jika dirata-ratakan tujuh sapi per orang namun paking hanya satu. Dan ini hanya untuk makan sehari-hari sedangkan kebutuhan sekundernya tidak terpenuh. Apa lagi berkaitan dengan dukungan terhadap kesehatan dan kecerdasan," pintanya.
Baca juga: OJK NTT Kembali gelar Vaksinasi Massal Sektor Jasa Keuangan
Ia berharap ada peningkatan pengembangan peternakan yang ada karena dampak dari peternakan sangat membantu bahkan bisa membantu keluarkan NTT dari kemiskinan.
Pakan, diakui di NTT ternak hanya bis mengkomsumsi pakan yang melimpah pada musim hujan sedangkan pada musim panas pakan berkurang.
Maka kedepan ada kebijakan dan mendatangkan alat produksi pakan sehingga pakan yang disediakan tidak hanya cukup memberikan makan satu dua ekor saja tapi bisa disimpan dan makan sampai dua tahun.
"Memanfaatkan teknologi seadanya namun hasik lebih dari yang ditargetkan," tengasnya. (*)