Breaking News:

Berita Flores Timur

Pemda Flotim Sahkan Perbup Mulok, Ada Budaya Lamaholot, Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Pihak Pemda Flotim Sahkan Perbup Mulok, Ada Budaya Lamaholot, Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli saat menandatangani Perbup Mulok Budaya Lamaholot di momentum HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Di momentum HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), Pemerintah Daerah Flores Timur (Pemda Flotim) mensahkan peraturan bupati (Perbup) tentang muatan lokal (Mulok) budaya Lamaholot.

Pemberlakuan Perbup budaya itu ditandai dengan penandatanganan Peebup oleh Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli saat menghadiri puncak HUT PGRI dan HGN di Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kamis 25 November 2021.

Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli mengatakan, Perbup Mulok itu berisi tiga materi diantaranya, mulok bahasa Lamaholot, kepemimpinan dan kewirausahaan.

"Sejak ditandatangani, Mulok ini wajib berlaku di semua sekolah dari SD-SMA di Flotim. Nanti pelajaran ini diajarkan dua jam oleh guru di sekolah," ujarnya kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.

Ia menjelaskan, Mulok Bahasa Lamaholot berisi materi semua bahasa daerah dan dialek di seluruh wilayah Flotim.

"Nanti diajarkan semua bahasa Lamaholot dengan dialeknya masing-masing, seperti Adonara, Solor dan daratan Flotim. Ada juga tarian adat, tenunan lokal, ajaran leluhur Lamaholot dan wisata budaya. Kepada pegiat literasi, mulai sekarang menulis soal budaya di Flotim dan dijual ke sekolah sebagai bahan ajar guru," katanya.

Sementara Mulok kepemimpinan, kata dia, wajib diterapkan untuk menanamkan jiwa leadership kepada semua anak didik.

Baca juga: Aksi Sosial Guru di Flores Timur Jelang HUT PGRI dan Hari Guru

"Sekarang ini kita krisis kepemimpinan. Maka anak-anak sejak SD harus diajarkan teknis-teknis kepemimpinan agar punya jiwa leadership," katanya.

Sedangkan Mulok Kewirausahaan, bertujuan memberi pengetahuan kepada pelajar mengerti tentang ketahanan ekonomi sejak usia dini.

"Supaya tidak miskin lagi ke depan.  Perbup ini menjadi perbup pertama di Indonesia, karena tidak saja memuat budaya, tapi juga kepemimpinan dan kewirausahaan. Ini Wajib diterapkan di kurikulum seluruh sekolah di Flotim," tandasnya.

"Di era globalisasi banyak orang salah paham buang budayanya dan lebih menerima budaya orang lain. Globalisasi sebenarnya adalah, membawa budaya kita maju bersaing dengan negara-negara lain," pungkasnya. (*)

Baca Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved