Tips Sehat
Serang Sistem Pencernaan, Kenali Gejala Penyakit Kolera dan Cara Mengobatinya
Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.
Pada kondisi epidemik, sumber kontaminasi seringkali adalah feses dari orang yang sedang terinfeksi dan terbawa ke makanan dan minuman sehingga dapat menyebar ke orang banyak.
Penyakit ini umumnya tidak dapat tersebar dari orang ke orang, sehingga kontak fisik dengan pengidap bukan merupakan risiko terinfeksi kolera.
Faktor risiko terjangkitnya kolera, antara lain sanitasi yang buruk dan kelompok ekonomi sosial menengah ke bawah.
Baku emas untuk mendiagnosis kolera, yaitu dengan kultur feses untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab diare adalah Vibrio cholerae.
Pada daerah dengan fasilitas laboratorium yang terbatas, penggunaan Crystal VC dipstick rapid test sebagai alternatif.
Penanganan Kolera
Penanganan kolera mencakup penggantian cairan sesegera mungkin dibarengi dengan penggantian elektrolit.
Penanganan dengan diberikan solusi rehidrasi oral (ORS), yaitu campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam 1 liter air dan diberikan dengan jumlah yang banyak tergantung tingkat keparahan dehidrasi.
ORS tersedia dalam bentuk kemasan.
Pada kasus yang berat, diperlukan penggantian cairan dan elektrolit melalui vena (infus).
Dengan penanganan rehidrasi yang tepat, tercatat kematian karena kolera mencapai angka lebih rendah dari 1 persen.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul 5 Gejala Penyakit Kolera, Kenali Penyebab Penyakit Kolera dan Pengobatannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gejala-penyakit-kolera.jpg)