Selasa, 14 April 2026

Tips Sehat

Serang Sistem Pencernaan, Kenali Gejala Penyakit Kolera dan Cara Mengobatinya

Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.

Editor: Eflin Rote
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
gejala penyakit kolera 

Penderita penyakit ini akan merasa mual terus menerus dan sulit menahan rasa ingin muntah selama beberapa jam.

  1. Dehidrasi

Kondisi diare dan muntah yang berkepanjangan mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Orang yang terpapar kolera akan kehilangan sekitar 20 liter cairan dalam sehari.

Tidak hanya dehidrasi, penderita juga berpotensi mengalami syok dan beberapa gejala lainnya, seperti tekanan darah rendah, pusing, dan jantung berdetak cepat.

  1. Elektrolit tidak seimbang

Tubuh yang kehilangan terlalu banyak cairan akan mengalami penurunan kadar elektrolit.

Hal tersebut dapat mengakibatkan tanda-tanda seperti kram otot akibat penurunan kadar natrium, klorida, dan potasium dalam tubuh serta syok karena tekanan darah yang menurun tiba-tiba.

  1. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Pada anak-anak yang menderita kolera, mereka biasanya rentan mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia akibat kehilangan banyak cairan.

Ciri-ciri yang sering ditemukan adalah:

kehilangan kesadaran,

kejang, hingga

koma.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab Penyakit Kolera

Seseorang dapat terinfeksi kolera dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri kolera.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved