Tips Sehat
Serang Sistem Pencernaan, Kenali Gejala Penyakit Kolera dan Cara Mengobatinya
Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.
POS-KUPANG.COM - Kolera adalah penyakit infeksi serius yang mengganggu sistem pencernaan dan dapat menyebabkan diare parah serta dehidrasi.
Penularan kolera umumnya berasal dari air yang tercemar bakteri Vibrio cholerae.
Di beberapa tempat, terutama negara-negara berkembang, bakteri ini dapat ditemukan di air minum yang terkontaminasi atau di masakan laut yang tidak dimasak sampai matang.
Walaupun dalam beberapa kasus kolera tidak menunjukkan gejala yang parah pada awal penularannya, penyakit ini termasuk berbahaya dan dapat berakibat fatal jika tidak mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.
Baca juga: Inilah Perbedaan Hipertensi Primer dan Sekunder, Kenali Gejala-gejalanya
Sebenarnya, kebanyakan orang yang terinfeksi bakteri kolera tidak langsung jatuh sakit.
Bahkan beberapa tidak pernah tahu bahwa mereka telah terinfeksi, sebab mereka tidak merasa mengalami gejala.
Bakteri Vibrio cholerae akan menetap di tinja orang yang terinfeksi selama 7 – 14 hari.
Oleh karena itu, meskipun tidak merasakan gejala apa pun, penderita masih bisa menularkan penyakit tersebut ke orang lain melalui kotoran yang terkontaminasi.
Baca juga: Gejala Penyakit Diabetes Melitus Pada Anak dan Balita
Hanya sekitar 1 dari 10 orang yang terinfeksi menunjukkan tanda dan gejala.
Biasanya gejala akan muncul dalam 24 – 48 jam setelah terpapar oleh bakteri.
Jika tidak segera ditangani, Anda bisa kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi.
Bahkan penyakit kolera bisa mengancam jiwa.
Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya
Kehilangan cairan dalam jumlah besar bisa berakibat fatal.
Anda bisa saja mengalami dehidrasi parah dan syok akibat hal tersebut.
Selain itu, ada beberapa komplikasi yang juga bisa terjadi, seperti:
Hipokalemia
Baca juga: Hati-hati dan Sering Diabaikan, 9 Gejala Awal Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2
Ini adalah kondisi diamana Anda mengalami kekurangan kalium.
Akibatnya bisa terjadi gangguan fungsi jantung dan saraf.
Hipoglikemia
Terkadang saat terserang kolera, penderitanya cenderung tak ingin makan. Akibatnya kadar gula darah menurun bahkan bisa saja terlalu rendah.
Gagal ginjal
Hal ini terjadi akibat hilangnya fungsi ginjal yang membuatnya mengeluarkan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar.
Dilansir dari hellosehat.com, berikut gejala penyakit kolera.
- Diare
Diare adalah gejala yang paling umum ditemukan di penyakit ini.
Tinja yang keluar akibat penyakit ini umumnya lebih banyak dibanding diare lainnya.
Pasien dengan kolera akan mengeluarkan sekitar 1 liter cairan saat buang air besar dalam satu jam.
Ini karena banyaknya volume cairan yang dikeluarkan saat diare, pasien biasanya akan merasakan dorongan untuk buang air besar yang tidak terkontrol.
Tinja yang dikeluarkan oleh pasien penderita infeksi ini biasanya memiliki ciri khas tertentu, yaitu cairan berwarna putih pucat dan tidak berbau. Kadang, cairan tersebut menyerupai air cucian beras.
- Mual dan muntah
Walaupun tidak selalu muncul, rasa mual dan muntah juga merupakan salah satu gejala kolera yang cukup banyak ditemui.
Mual dan muntah biasanya terjadi pada tahap-tahap awal penularan bakteri.
Penderita penyakit ini akan merasa mual terus menerus dan sulit menahan rasa ingin muntah selama beberapa jam.
- Dehidrasi
Kondisi diare dan muntah yang berkepanjangan mengakibatkan tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.
Orang yang terpapar kolera akan kehilangan sekitar 20 liter cairan dalam sehari.
Tidak hanya dehidrasi, penderita juga berpotensi mengalami syok dan beberapa gejala lainnya, seperti tekanan darah rendah, pusing, dan jantung berdetak cepat.
- Elektrolit tidak seimbang
Tubuh yang kehilangan terlalu banyak cairan akan mengalami penurunan kadar elektrolit.
Hal tersebut dapat mengakibatkan tanda-tanda seperti kram otot akibat penurunan kadar natrium, klorida, dan potasium dalam tubuh serta syok karena tekanan darah yang menurun tiba-tiba.
- Gula darah rendah (hipoglikemia)
Pada anak-anak yang menderita kolera, mereka biasanya rentan mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia akibat kehilangan banyak cairan.
Ciri-ciri yang sering ditemukan adalah:
kehilangan kesadaran,
kejang, hingga
koma.
Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.
Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Penyebab Penyakit Kolera
Seseorang dapat terinfeksi kolera dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri kolera.
Pada kondisi epidemik, sumber kontaminasi seringkali adalah feses dari orang yang sedang terinfeksi dan terbawa ke makanan dan minuman sehingga dapat menyebar ke orang banyak.
Penyakit ini umumnya tidak dapat tersebar dari orang ke orang, sehingga kontak fisik dengan pengidap bukan merupakan risiko terinfeksi kolera.
Faktor risiko terjangkitnya kolera, antara lain sanitasi yang buruk dan kelompok ekonomi sosial menengah ke bawah.
Baku emas untuk mendiagnosis kolera, yaitu dengan kultur feses untuk mengetahui dengan pasti bakteri penyebab diare adalah Vibrio cholerae.
Pada daerah dengan fasilitas laboratorium yang terbatas, penggunaan Crystal VC dipstick rapid test sebagai alternatif.
Penanganan Kolera
Penanganan kolera mencakup penggantian cairan sesegera mungkin dibarengi dengan penggantian elektrolit.
Penanganan dengan diberikan solusi rehidrasi oral (ORS), yaitu campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam 1 liter air dan diberikan dengan jumlah yang banyak tergantung tingkat keparahan dehidrasi.
ORS tersedia dalam bentuk kemasan.
Pada kasus yang berat, diperlukan penggantian cairan dan elektrolit melalui vena (infus).
Dengan penanganan rehidrasi yang tepat, tercatat kematian karena kolera mencapai angka lebih rendah dari 1 persen.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul 5 Gejala Penyakit Kolera, Kenali Penyebab Penyakit Kolera dan Pengobatannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gejala-penyakit-kolera.jpg)