Opini
Opini - Kenali Sifilis: Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai
Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Kenali Sifilis: Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai
Oleh: dr. Okta Rosaria Dolu
POS-KUPANG.COM - Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Penyakit ini dikenal sebagai the great imitator karena manifestasi klinisnya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain.
Sifilis dapat menyerang kulit, mukosa, sistem saraf, mata, hingga sistem kardiovaskular. Bila tidak didiagnosis dan diobati secara tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berat bahkan kematian.
Hingga saat ini, sifilis masih menjadi masalah kesehatan global akibat meningkatnya perilaku seksual berisiko, keterlambatan diagnosis, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan infeksi menular seksual.
Dengan mengenali penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan sifilis, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada, melakukan pemeriksaan secara dini, dan memperoleh penanganan yang tepat sehingga komplikasi serta penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
Penyebab dan Cara Penularan
Sifilis disebabkan oleh bakteri spiroketa Treponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui:
- Hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral
- Kontak langsung dengan lesi sifilis yang infeksius
- Penularan dari ibu hamil kepada janin (sifilis kongenital)
- Jarang melalui transfusi darah yang terkontaminasi
Risiko penularan meningkat pada individu dengan pasangan seksual multipel dan hubungan seksual tanpa pelindung.
Tahapan dan Gejala Sifilis
1. Sifilis Primer
Tahap primer ditandai dengan munculnya ulkus yang disebut chancre. Lesi biasanya: -
- Soliter
- Tidak nyeri
- Berbatas tegas
- Dasar bersih
- Disertai indurasi keras
Lesi sering ditemukan pada genital, anus, atau rongga mulut, serta dapat disertai limfadenopati regional.
2. Sifilis Sekunder
Tahap ini terjadi akibat penyebaran bakteri secara hematogen. Manifestasi klinis meliputi:
- Ruam makulopapular difus
- Ruam pada telapak tangan dan telapak kaki
- Demam
- Malaise
- Limfadenopati generalisata
- Alopesia bercak (moth-eaten alopecia)
- Condyloma lata
| Opini: Menjaga Marwah Akademik di Tengah Proyek MBG |
|
|---|
| Opini: Membentuk Kesadaran Berbahasa Inggris Sejak Usia Dini |
|
|---|
| Opini: Sepatu Pegiat Literasi di Atas Sepatu Presiden Jokowi |
|
|---|
| Opini: Seragam Putih Abu Abu dan Krisis Biografi Moral Generasi Digital di Kupang |
|
|---|
| Opini: Lapangan Kerja di Antara Data dan Denyut Kehidupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-Okta-Rosaria-Dolu-okay.jpg)