Berita Sumba Timur
Dosen Unkriswina Sumba Jadi Presenter Terbaik Konferensi Internasional Perubahan Iklim & Budaya
Jadi Presenter Terbaik Konferensi Internasional Perubahan Iklim dan Budaya, Ini Isi Hati Dosen Unkriswina Sumba
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Laporan Warga POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Dua dosen dari Universitas Kristen Wira Wacana ( Unkriswina ) Sumba menorehkan prestasi gemilang dalam Konferensi Internasional Perubahan Iklim dan Budaya yang berlangsung daring, Rabu hingga Kamis, 20-21 Oktober 2021.
Dua dosen itu, Lusianus H. S. Kelen dan Elsa Christin Saragih, terpilih bersama dua dosen lain sebagai best presenter dalam Konferensi internasional bertajuk 3rd International Conference on Climate Change and Culture 2021.
Prestasi itu melengkapi keberhasilan Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba sebagai penyelenggara Konferensi Internasional yang diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta.
Dalam konferensi yang diselenggarakan bekerja sama dengan South-East Consortium (Konsorsium Selatan - Tenggara) yang terdiri dari 7 kampus di wilayah Selatan dan Tenggara Asia hingga Australia itu, terpilih 4 best presenter dari sesi konferensi yang berlangsung pada hari kedua, Kamis.
Selain Lusianus H. S. Kelen dan Elsa Christin Saragih dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, dua best presenter lainnya terdiri dari Domingas Belo dari Instituto Católico para a Formaçao de Professores (ICFP) Baucau, Umbu P. L. Dawa dari Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Presentasi dalam konferensi internasional tersebut diikuti 32 presenter yang terdiri dari 2 mahasiswa dan 30 dosen dari 10 universitas di 5 negara.
Konferensi yang membahas perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan pengetahuan lokal itu menghadirkan Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo sebagai pembicara utama (keynote speaker) saat pembukaan konferensi.
Selain itu, juga menghadirkan pembicara tamu yang terdiri dari Prof. Dr. Siegfried Berhimpon, MS., M.AppSc dari Universitas Sam Ratulangi Manado untuk tema keanekaragaman hayati, Prof. Makoto Koike, Ph.D., dari Momoyama Gakuin University untuk tema pengetahuan lokal, Dr. Ir. Jacqueline Vel dari Leiden University untuk tema ketahanan pangan, dan Dr. Ing. Jonathan Lasa, M.Sc., dari Charles Darwin University untuk tema perubahan iklim.
Lusianus H. S. Kelen dan Elsa Christin Saragih, SP.MP yang ditemui terpisah mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan kepada mereka sebagai best presenter.
Kelen, menyebutkan bahwa prestasi tersebut menandakan bahwa Unkriswina sebagai sebuah perguruan tinggi juga mampu berbicara di level yang lebih tinggi sebagaimana kampus lain.
Kelen mangaku, hasil presentasi dengan topik pengetahuan lokal (local knowledge) itu tidak hadir dalam waktu sekejap. Ia melakukan persiapan yang panjang bersama salah satu mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan hingga menuliskan hasil penelitian dalam bentuk paper.
"Ya ini butuh persiapan panjang hingga menulis paper. Mempersiapkan tulisan butuh waktu yang banyak dan butuh bacaan serta turun lapangan juga," ujar dosen program studi manajemen itu.
Lulusan magister manajemen UGM itu menyebutkan, bahan yang dipersiapkan untuk topik pengetahuan lokal itu sesuai dengan kondisi lokal Sumba Timur. Hal itu juga sekaligus untuk menjadi bahan yang dapat memberi input bagi kemajuan daerah.
Apresiasi itu, jelas Kelen, menjadi motivasi baginya dan mahasiswa untuk terus melakukan penelitian sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan pengajaran dan pengabdian masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/presenter-terbaik-konferensi-internasional-perubahan-iklim-budaya-isi-hati-dosen-unkriswina-sumba.jpg)