Jumat, 8 Mei 2026

Berita Sumba Timur

Dosen Unkriswina Sumba Jadi Presenter Terbaik Konferensi Internasional Perubahan Iklim & Budaya

Jadi Presenter Terbaik Konferensi Internasional Perubahan Iklim dan Budaya, Ini Isi Hati Dosen Unkriswina Sumba

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Dosen Lusianus H. S. Kelen saat presentasi pada Konferensi internasional 3rd International Conference on Climate Change and Culture 2021 di Aula Unkriswina, Kamis 21 Oktober 2021. 

Ia bahkan mengajak para dosen dan mahasiswa untuk berani berkiprah di konferensi dan event - event ilmiah yang akan datang.

"Kita harus punya keberanian untuk ambil langkah pertama, kalo tidak berani sulit untuk buat langkah selanjutnya. Intinya terus berkarya, masih ada kegiatan ilmiah atau Konferensi internasional, saya dan mahasiswa akan terus berupaya mengikuti di masa yang akan datang," ujar dia.

Menurutnya, dengan makin banyak prestasi yang ditorehkan, maka akan membawa Unkriswina "dipandang" dan mampu bersaing di level regional maupun nasional.

Sementara itu, Elsa Christin Saragih, SP.MP, juga senada, menyebut prestasi menjadi best presenter itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk berkembang lebih baik.

"Sangat bangga, karena di dalam kelas itu ada beberapa senior. Dan saya bisa memenangkan best presenter, puji Tuhan, luar biasa," ungkap Elsa saat diwawancarai.

Dosen Program studi Agribisnis Unkriswina itu mengaku bangga dengan apresiasi yang diberikan sebagai best presenter.

Berbicara dalam forum akademis internasional, kata dia, bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kemahiran berbahasa Inggris agar pesan dapat tersampaikan kepada audiens. Karena itu, ia menyebut bekal bahasa Inggris merupakan hal yang penting untuk para dosen.

"Dari hasil ini saya termotivasi, apalagi dalam forum internasional. Kemahiran bahasa Inggris penting untuk para dosen kita," tambah dia.

Elsa mempresentasikan penelitian tentang ketahanan pangan dengan topik pelaksanaan program upsus pajale di Kawanku, Kabupaten Sumba Timur. Ia mengaku mempersiapkan ulang bahan penelitian itu selama 4 hari hingga siap dipresentasikan di hadapan kelas Konferensi.

Tentang Konferensi Internasional

Rektor Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Dr. Maklon F. Killa, SE., M.Si mengatakan isu perubahan iklim di tingkat nasional dan internasional menjadi isu penting karena berdampak langsung pada masyarakat apabila terjadi krisis ketahanan pangan yang mengakibatkan gagal panen.

"Perubahan iklim yang tidak menentu dengan tingkat keanekaragaman iklim yang semakin meningkat memerlukan kesadaran peneliti, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pertanian," kata Dr. Maklon kepada wartawan, Kamis 21 Oktober 2021.

Menanggapi permasalahan tersebut, peneliti wajib memberikan masukan ilmiah sebagai acuan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan terkait perubahan iklim. Peneliti juga merupakan inisiator dalam menyebarkan dan mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

Dr. Maklon menyebut, penanganan manajemen perubahan iklim juga terkait langsung dengan kearifan lokal diterapkan di masyarakat. Pemberlakuan larangan seperti hal-hal yang dianggap tabu atau mistik oleh masyarakat dapat digunakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satu contoh, kata dia, adalah larangan menebang hutan di Kabupaten Sumba Timur kecuali didahului oleh ritual pemujaan Marapu.

Kearifan lokal ini dijelaskan Dr. Maklon, dapat dimanfaatkan oleh peneliti, pemerintah, dan instansi lain sebagai sarana untuk mensosialisasikan upaya pencegahan perubahan iklim dan sekaligus melestarikan tradisi yang telah berlaku di masyarakat setempat.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved