Pemerintah Kabupaten Belu Dukung Program Pembagunan Ekonomi Inklusif
Pemerintah Kabupaten Belu mendukung penuh program Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan (PEIB).
“Kadang-kadang di Belu ini banyak bicara tetapi tidak ada hasil. Kelemahan kita di bimbingan, pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasi,” tandas Bupati Belu.
Project Officer Humanity and Inclusion, Firmansyah Mara dalam sambutannya menyampaikan, program ini didanai oleh Uni Eropa yang fokus pada inklusif sosial ekonomi.
Di Provinsi NTT program ini dilaksanakan bersama oleh Humanity & Inclusion bermitra dengan CIS Timor.
Menurut Firmansyah, tujuan program ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui partisipasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS).
“Secara khusus program ini dihadirkan untuk membuka akses yang lebih baik bagi kelompok yang paling rentan, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan pemberian layanan dan pembangunan sosial ekonomi melalui peningkatan partisipasi dan kerjasama dalam proses rencana pembangunan ekonomi lokal", jelasnya.
Kata dia, Project Humanity & Inclusion bersama mitranya CIS Timor telah mendampingi 64 kelompok dari tiga desa yaitu Desa Dualaus, Kenebibi dan Silawan. Kelompok dampingan ini mengembangkan berbagai usaha ekonomi seperti, kios sembako, pengecer BBM, kelompok kuliner dan olahan pangan, tenunan, souvenir, ternak ayam dan menjahit.
Katanya, Cafe Amor Dualaus, tempat kegiatan itu berlangsung merupakan satu dari sekian kelompok dampingan program PEIB. (jen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/produk-souvenir-yang-dihasilkan-kelompok.jpg)