Breaking News:

Berita Belu

Bupati dan Forkompimda Kabupaten Belu Hadiri Acara Atap Rumah Adat 

dalam kegiatan ritual budaya. Dalam pemerintahan kami ini, kami tempatkan budaya ini menjadi salah satu bagian penting

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Drs. Aloysius Haleserens, MM dikalungi tais Belu, saat tiba Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan, Senin 18 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Drs. Aloysius Haleserens, MM bersama pimpinan forkopimda menghadiri prosesi atap rumah adat suku Niha’a, Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan, Senin 18 Oktober 2021.

Pimpinan forkopimda yang hadir yakni, Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Wiji Untoro, Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K. Hadir beberapa pimpinan OPD yaitu, Kepala Bapenda, Marsianus Loe Mau, SH, Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Christoforus M. Loe Mau, SE, Kabag Umum, Yustinus Loko Bau, S.Sos, Camat Lamaknen Selatan. 

Tiba di lokasi, Bupati Belu bersama rombongan disambut meriah oleh para tokoh adat dan masyarakat. Bupati dan rombongan dikalungi tais Belu kemudian diarak masuk ke tempat acara, persis di depan rumah adat. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Belu menyampaikan penghargaan kepada Suku Niha’a atas undangannya untuk menghadiri prosesi atap rumah adat.

Baca juga: Bupati Belu Evaluasi Tiap Minggu Kegiatan Olah Lahan Pertanian

“Ini suatu kehormatan, kebanggaan bagi kami dan kami hadir disini sebagai Pemerintah Daerah Belu yang hadir di tengah masyarakatnya dalam kegiatan ritual budaya. Dalam pemerintahan kami ini, kami tempatkan budaya ini menjadi salah satu bagian penting", ungkap dr. Agus Taolin.

Lanjut Bupati Belu, visi pemerintah saat ini yaitu mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

Kegiatan budaya masuk dalam konteks berkarakter. Masyarakat Belu memiliki adat istiadat yang baik dan saling menghargai satu sama lainnya. 

Kata Bupati, ke depan kegiatan-kegiatan budaya dapat dijadikan kegiatan yang memberi manfaat bagi rakyat yang dikemas secara menarik dan atraktif dalam sebuah koreografi.

“Adat harus terus dilestarikan sebagai wujud penghargaan kepada leluhur, kepada orang tua yang telah mewariskannya. Budaya juga memberi nilai kepada generasi muda sebagai pegangan hidup", ujarnya. 

Baca juga: 50 Warga Belu Ikut Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Perwakilan warga suku Niha’a, Paskalis Bere menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati bersama rombongan saat itu. 

Sebagai masyarakat, Bere yakin kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan rombongan dapat memberikan nilai tambah bagi perubahan di wilayah tersebut. Khususnya upaya melestarikan budaya Belu agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. (*)

Berita Belu Terkini
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved