Breaking News:

Berita Belu

50 Warga Belu Ikut Pendidikan Kecakapan Wirausaha

memotivasi dan menciptakan rintisan usaha baru bagi peserta sejalan dengan program Dekranasda Belu. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, Ny Freny Sumantri Taolin bersama wakil ketua dan pengurus saat mengikuti acara pembukaan PKW secara virtual di Gedung Betelalenok, Atambua, Minggu 17 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Sebanyak 50 warga Kabupaten Belu, Provinsi NTT mengikuti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tenun. 

Program ini dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTT dan Dekranasda Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan Ketua Dekranasda Kab. Belu, Ny Freny Sumantri Taolin di usai mengikuti acara pembukaan PKW secara virtual di Gedung Betelalenok, Atambua, Minggu 17 Oktober 2021. 

Hadir dalam acara itu, Sekjen Kemendikbudristek, Suharti, pengurus Dekranas Ny. Tri Tito Karnavian, Ny. Nanny Hadi Tjahyanto, Ny. Endang Budi Karya, Ny. Franka Nadiem Makarim, dan Ketua Dekranasda NTT Ny. Julie  Sutrisno Laiskodat.

Menurut Freny, program PKW diperuntukkan bagi 1.000 anak putus sekolah di NTT berusia 15 - 25 tahun. Peserta dari Kabupaten Belu sebanyak 50 orang. Mereka mengikuti pendidikan menenun
selama 50 hari dari tanggal 17 Oktober hingga 16 Desember 2021.

Baca juga: Sebelum dengan Meriam Bellina, Hotman Paris tak Ragu Ungkap Hubungannya dengan Nurbaeny Janah

Pelaksanaan program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta dalam bidang menenun. Banyak pengetahuan yang didapat peserta dalam pendidikan ini baik, ketrampilan menenun maupun kemampuan dalam mengenal dunia usaha dan industri. 

Selain itu, memotivasi dan menciptakan rintisan usaha baru bagi peserta sejalan dengan program Dekranasda Belu. 

"Tujuan Program PKW ini searah dengan tagline kami Dekranasda Belu yaitu mengenal, melestarikan dan mencintai budaya warisan budaya nenek moyang kita di bidang tenun", ungkap Freny, didampingi Wakil Ketua Dekranasda, Ny. Rinawati Perangin Angin. 

Kata Freny, setelah pendidikan, peserta akan diberikan bantuan peralatan tenun sehingga mereka langsung bekerja.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved