Jumat, 1 Mei 2026

Berita Ende

Petani Suplai PMT Kelor, 3P Konsep Sederhana Menuju Generasi NTT Sehat dan Kreatif

Kelor bagi masyarakat NTT tentu tidak asing lagi. Hampir di seluruh wilayah provinsi kepulauan ini kelor tumbuh subur

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Capture Ngobrol Asyik POS-KUPANG.COM Jumat 8 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE - Kelor bagi masyarakat NTT tentu tidak asing lagi. Hampir di seluruh wilayah provinsi kepulauan ini kelor tumbuh subur.

Tanaman berdaun mungil ini terkesan tidak begitu diperhitungkan. Daun kelor umumnya hanya dijadikan sayur bening atau dicampur kelapa parut dan sebagainya.

Dari sisi ekonomi, kelor sepertinya tidak memberikan dampak. Jarang sekali terlihat kelor dijual di pasar - pasar. Mungkin karena, pengolahan daun kelor cukup rumit.

Memisahkan daun kelor yang mungil dari ranting - rantingnya, memakan banyak waktu. Bagi Mama - mama yang super sibuk, mungkin akan cendrung memilih sayuran lain yang lebih mudah dan cepat diolah.

Baca juga: Pemprov NTT Lempar Kelor ke Pasar Internasional

Namun, sangat disayangkan, jika tanaman yang bergizi tinggi ini dipandang biasa - biasa saja. Potensi alam ini, mulai masif dikembangkan, saat Viktor Bungtilu Laiskodat menahkodai NTT, sejak 2018.

Gagasan dasar pengembangan kelor yakni untuk menekan angka stunting di NTT karena kelor punya kandungan gizi tinggi, meningkatkan ekonomi masyarakat dan sebagai identitas budaya masyarakat NTT.

Menyimak, Ngobrol Asyik POS-KUPANG.COM, Jumat 8 Oktober 2021, dengan tema 'Mengolah Kelor dari Kupang Menembus Pasar Lokal dan Nasional' ada hal menarik yang ditemukan yakni soal bagaimana mengolah Kelor yang dijalankan oleh UKM Dapur Kupang.

Kiki Nursiki Eka Putra Kurniadi, Owner Dapur Kelor Kupang, menerangkan, konsep pengembangan kalor ala Dapur Kelor Kupang yakni people, planet dan profit.

Kiki dan rekan - rekan hadir di Kupang, pada 2017 lalu, untuk bersama masyarakat mengembangkan budidaya kelor dalam rangka atasi masalah stunting dan gizi buruk.

Baca juga: Komisaris Independen BRI Memberikan Bantuan Peralatan Melalui Dapur Kelor

Selanjutnya, pada 2018, mereka membangun sebuah perusahaan berbasis kalor di NTT, menggandeng beberapa petani dan UMKM.

"Visi misi dapur Kelor sebenarnya, cukup 3P, people, planet dan profit. Ini menjadi pegangan utama kami dalam mengembangkan kelor," ungkapnya.

People, kata Kiki, maksudnya pengembangan Kelor ini untuk pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Planet, pengolahan Kelor non limbah sehingga tidak merusak lingkungan. Selanjutnya, profit, maksudnya, seiring dengan berkembangnya dapur Kelor, bertumbuh pula ekonomi UMKM, Petani atau mitra binaan dapur Kelor.

Dia menegaskan, Dapur Kelor sangat menekankan soal kualitas produk bukan pertama - tamabkuantitas. "Teman - teman petani pun kami atur standarnya, untuk menguji nutrisi karena kelor itu bukan dilihat dari kuantitasnya tetapi lebih ke kualitasnya," jelas Kiki.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved