Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 30 September 2021: Bertahan di Tengah Serigala
Hari ini Yesus mengutus 70 murid mewartakan misi-Nya ke seluruh dunia. Basis perutusan itu adalah “Tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit”
Bagaimana hal itu akan mungkin? Ular itu binatang cerdik: Tahu bahaya, waspada, tidak teledor, tahu apa yang mesti diperbuat ketika ada ancaman.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Beda Pola Pikir
Walaupun ular itu terkenal “ganas”, namun dia sebenarnya selalu menghindar dengan bersembunyi di balik batu dan tumbuh-tumbuhan ketika ada bahaya yang mengancam.
Kewaspadaan, kehati-hatian, kesiapsiagaan dan kecerdasan seperti inilah yang perlu kita hidupi. “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka” (Ams 27:12).
Merpati itu “tulus”: (innocent: tidak berdosa, tulus; harmless: tidak berbahaya). Merpati itu tidak membahayakan kita, tidak menyerang, dan tidak provokatif.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: The Best & Award
Ketulusan, kejernihan hati dan pikiran, kecerdasan emosional dan spiritual, dan kemurnian motivasi seperti inilah yang perlu kita miliki untuk mendukung kecerdikan atau kecerdasan dalam menyikapi dan menghadapi situasi dunia kita yang penuh dengan tantangan dan ancaman keselamatan jiwa.
Mari kita belajar dari Anak Bajang, tokoh dalam Novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Romo Sindhunata yang menjadi simbol ketidaksempurnaan yang selalu berjuang menghayati nilai-nilai menuju kesempurnaan yang tidak akan pernah diraihnya. Kita manusia adalah ciptaan Tuhan yang “sempurna.”
Semoga kita tidak menyia-nyiakan “kesempurnaan” kita untuk menghadirkan sukacita dan bahagia bagi semua orang dengan mengalahkan tantangan zaman karena percaya pada Tuhan, tidak mudah menyerah dan tetap berpikiran jernih.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 30 September 2021:
Bacaan I : Nehemia 8:1-4a.5-6.7b-12
Ezra membuka Kitab dan memuji Tuhan. Maka seluruh umat menjawab, "Amin! Amin
Sesudah kembali dari pembuangan, orang-orang Israel telah menetap kembali di kota-kota mereka.
Lalu pada bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka Gerbang Air di Yerusalem.
Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab, supaya membawa Kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan Tuhan kepada Israel.
Dan pada hari pertama bulan ketujuh itu Imam Ezra membawa Kitab Taurat itu ke depan jemaat, pria, wanita dan semua yang dapat mendengar dan mengerti.
Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman di depan Gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di depan pria, wanita dan semua orang yang dapat mengerti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)