Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: The Best & Award

Semua kita senang dipuji, ingin sukses, pengen menjadi terbaik. Hampir sepanjang waktu kita ingin berbicara dan dibicarakan yang baik tentang kita.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: The Best & Award (Lukas 9:46-50)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Dunia ini bertebaran pertandingan, perlombaan, perhelatan, festival, ajang pemilihan, dan sejenisnya. Semuanya bertujuan untuk mencari yang terbaik, tercepat, terhebat, tercantik, terpopuler.

Mahkota kejuaraan, piala, trophy, medali, award, disediakan untuk para pemenang. Piala Oscar atau Citra untuk aktor dan aktris film. Grammy Awards bagi penyanyi dan musisi. Medali emas, perak, perunggu bagi para atlet berbagai cabang olah raga. Gelar Ratu Sejagat atau Puteri Indonesia dikenakan pada gadis dengan predikat 3 B (Brain, Beauty, Behaviour).

Banyak orang terobsesi dan berjuang untuk menjadi pemenang dan mendapat gelar terbaik, terhebat. Lewat perjuangan panjang, melalui pendaftaran, eliminasi, hingga grand final. Ada kerja keras, keringat, dan air mata.

Terlepas dari itu, sebetulnya hasrat untuk menjadi terbaik, terhebat, sebetulnya menjadi bagian dari diri setiap manusia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 25 September 2021: Kemuliaan Diri?

Semua kita senang dipuji, ingin sukses, pengen menjadi terbaik. Hampir sepanjang waktu kita ingin berbicara dan dibicarakan yang baik tentang diri kita.

Jauh di lubuk hati, ada rasa tidak nyaman orang membicarakan kejelekan diri kita. Ada rasa tak tega melihat orang lebih baik dari diri kita. Betapa sulitnya mengakui kelebihan diri orang lain.

Walau sering hasrat menjadi "the best" itu tidak selalu diperlihatkan atau diakui oleh diri kita. Keinginan itu seakan terkubur di lubuk hati terdalam, dipoles oleh rasa malu atau tak mau dibilang sombong.

Tapi tak bisa disangkal bahwa hasrat itu dipunyai oleh diri kita. Tanpa disadari terkadang terbaca antara lain oleh sikap dan ulah tak mau kalah dalam hal-hal sepele.

Masa kini kayaknya, peluang untuk mengeluarkan hasrat untuk menjadi terkenal jauh lebih mudah daripada masa-masa sebelumnya.

Media sosial telah berpengaruh banyak soal itu, dan akses terhadapnya juga begitu luas serta mudah.

Barangkali karena inilah, kita menemukan selebriti-selebriti baru dari berbagai kalangan setiap harinya.

Menjadi "the best", tenar memang menawarkan beberapa keuntungan yang signifikan. Ketika menjadi terkenal, setiap langkah tidak akan luput dari pandangan orang lain.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Pusat Hidup

Orang-orang akan tersenyum ramah kepada kita saat di jalan, menjadi topik pembicaraan. Mungkin diri juga akan aman dari penolakan, sebab orang lain menghargai popularitas diri yang berharga. Mereka akan meminta foto, tanda tangan, dan sebagainya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved