Rabu, 3 Juni 2026

26 Mahasiswa Peserta CBT UKMPPD FK Undana Kupang Lulus 100 Persen Tingkat Nasional

26 Mahasiswa Peserta CBT UKMPPD FK Undana Kupang Lulus 100 Persen Tingkat Nasional. FK Undana sejauah ini sangat hebat dan mereka berhasil.

Tayang:
Editor: Gordy Donofan
Humas Undana
Dekan FK Undana Kupang, dr. S. M. J Koamesah, MMR., MMPK., FISPH., FISCM 

"Jadi, FK sebagai fakultas baru yang belum memiliki  fasilitas dan dosen yang lengkap, kita berupaya bergerak cepat supaya bisa mengimbangi laju dan kecepatan FK lain di Indonesia," tandasnya.

Atas capaian ke 26 mahasiswanya, Dekan FK Undana juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana, baik rektor maupun para wakil rektor atas dukungan yang luar biasa untuk mengembangkan FK Undana.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah Rumah Sakit (RS) Pendidikan, terutama RS W. Z. Johannes Kupang dan RS. TC. Hilers Maumere, serta sejumlah Puskesmas di mana para mahasiswa melakukan magang atau melanjutkan Pendidikan Profesi mereka.

 "Semoga mereka bisa menjadi dokter yang baik, bermanfaat dan membanggakan kampus tercinta," harapnya.

Terpisah, dr. Marthen Kause, S.Ked selaku mahasiswa peserta yang lulus pada CBT UKMPPD ketika dimintai komentarnya, mengaku bangga karena dirinya termasuk salah satu dari 26 mahasiswa Profesi Dokter yang lulus.

 "Puji Tuhan, kami lulus 100 persen first taker, dalam ujian yang dilangsungkan tanggal 21-23 Agustus lalu," ujarnya.

Baca juga: PKKMB Dimulai, Rektor Undana Kupang Minta Mahasiswa  Junjung Tinggi Nilai Universal

Dikatakan, CBT tersebut dilaksanakan secara nasional,  karena serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Atas capaian itu, ia menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah menuntun dirinya dan rekan-rekannya dalam pendidikan selama 6 tahun. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Undana maupun FK, yang telah memfasilitasi mahasiswa dalam menempuh pendidikan.

Selain itu, ucapan yang sama disampaikan kepada dosen- dosen, yang sudah mengajar pada masa pre klinis selama 5 tahun, serta dokter umum maupun dokter spesialis yang membimbing selama 2 tahun, baik di rumah sakit pendidikan, maupun RS jejaring yang ada di NTT, maupun luar NTT.

Dokter Marthen menyebut, dirinya melakukan persiapan sekitar3-5 bulan sebelum ujian. Pasalnya, sebagai mahasiswa, dirinya harus selesaikan Pendidikan Profesi, diyudisium kemudian bisa mendaftar UKMPPD.

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam persiapan, jelas Marthen, yakni ada sebagian mahasiswa yang mengikuti bimbingan belajar (bimbel) dan belajar mandiri. 

Meski berbeda-beda, tapi dirinya berupaya memaksimalkan waktu untuk bisa berdiskusi lebih banyak  dan bertukar informasi dari apa yang sudah dipelajari di bimbel masing-masing.

Baca juga: Dosen dan Mahasiswa FST Undana Kupang Produksi Alat Pengering Daun Kelor, Ini Keunggulannya

Untuk kendalanya, ungkap dia, pandemi Covid-19 ikut membatasi pertemuannya secara fisik, baik bertemu untuk  diskusi maupun untuk belajar bersama teman-teman.

Namun demikian, kata dia, ia dan teman-temannya tetap belajar secara daring.

"Selama pandemi ini juga kami terbatas dalam Pendidikan Profesi, karena seharusnya kami harus bertemu pasien, tapi pandemi ini membatasi kami untuk bertemu pasien sehingga tidak semua pasien bisa kami periksa, dan itu berdampak pada skill jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi," bebernya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved