Berita Lembata
Ketua DPRD Lembata: Semua Sinergi Berikan Dukung Bagi Bupati
Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero mengatakan ia bersama 24 anggota DPRD lainnya tetap bersinergi mendukung kepemimpinan bupati Lembata
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero mengatakan ia bersama 24 anggota DPRD lainnya tetap bersinergi mendukung kepemimpinan bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday sisa masa jabatan periode 2017-2022.
Kepada awak media, Kamis 16 September 2021, Petrus mengatakan, pembangunan yang sedang dikerjakan saat ini merupakan program yang telah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) peridoe 2017-2022.
"Banyak hal yang sudah dilakukan dan banyak juga yang belum, seperti jalan," ujarnya saat di Kupang mengikuti pelantikan Bupati Lembata.
Politisi Golkar ini mengatakan, data yang dikantongi dirinya menyebutkan 63 persen ruas jalan berstatus jalan kabupaten, berstatus rusak ringan dan rusak berat. Dia menyebut, pemerintah tidak bisa bertumpu pada APBD untuk menuntaskan ini.
Baca juga: Bupati Thomas Ola Langoday Pastikan Adanya Penataan Birokrasi di Lingkup Pemkab Lembata
Langkah cepat dan akurat, menurut Petrus adalah dengan melakukan pinjaman daerah. Ia pun mendukung pinjaman yang dilakukan Pemda Kabupaten Lembata.
"Pinjama PEN itu beda perlakukan dengan pinjaman reguler. Boleh dikatakan 90 persen PT SMI menyetujui, tinggal penandatanganan dokumen oleh Bupati," katanya menjelaskan.
Petrus mengatakan, jika dokumen telah selesai ditandatangani, pada bulan Oktober 2021, pinjaman tersebut akan lakukan pencairan tahap pertama. Tahap pertama diarahkan pada perencanaan, sehingga awal tahun depan sudah dimulai pengerjaan.
Ia juga menyebut, mekanisme pinjaman PEN ini, pemerintah cukup memberi tahu tentang hal ini ke DPRD. DPRD akan memberikan dukungan politik dan pengawasan dalam pengerjaan.
Baca juga: Bupati Lembata Thomas Ola Langoday Janji Copot Kepala Dinas Bermasalah
Ia optimis, pinjaman yang teralisasi, bisa mengakomodir kerusakan jalan 63 persen itu. Sehingga, arus transportasi dari dan ke ibu kota kabupaten Lembata bisa berjalan lancar, terutama dari jalan dari daerah produksi.
Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, SE, M.Si mengatakan, pihaknya sedang membereskan dokumen terkait dana pinjaman sebesar Rp 225 Miliar tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Lembata telah direkomendasikan dan mendapat prioritas dari Kementerian Keuangan untuk memperoleh dana pinjaman dari PT SMI. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastrutktur jalan dalam kota.
Selain itu ada beberapa ruas jalan menuju sentra produksi dan tempat-tempat wisata yang juga akan dibangun menggunakan dana pinjaman tersebut.
"Dengan jalan yang baik, objek-objek wisata akan tumbuh dengan sendirinya. Kami akan fokus pada objek wisata alam dan budaya," kata Bupati Lembata Thomas Ola.
Ia menjelaskan, sentuhan infrastruktur jalan ini akan menghubungkan objek-objek wisata seperti Lamalera, pasar barter Wulandoni, dan juga sentra-sentra produksi lain.
"Di gunung itu kami kaya akan sumber daya alam, tetapi mobilitas orang dan sumber daya alam itu terkendala karena infrastruktur jalan," kata Thomas. (*)