Breaking News:

Berita TTS

Keluarga DLS Datangi Kejari TTS, Ajukan Surat Keberatan

Adik kandung DLS, yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru didampingi kuasa hukum, Robertus Salu, mendatangi Kejari TTS

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Yusuf Soru (kanan) didampingi kuasa hukum, Robertus Salu, SH, MH saat berada di halaman kantor Kejari TTS. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Adik kandung DLS, yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru didampingi kuasa hukum, Robertus Salu, SH, MH, Rabu 15 September 2021 mendatangi Kejari TTS.

Kedatangan tersebut bertujuan untuk menyampaikan surat keberatan atas vonis hukuman 8 bulan penjara terhadap Jean Neonufa, terpidana kasus pelanggaran kesusilaan.

Kepada POS-KUPANG.COM, Robertus menjelaskan, pihak korban dan keluarga merasa hukuman 8 bulan penjara yang dijatuhi oleh majelis hakim tidak memenuhi rasa keadilan korban. Oleh sebab itu, korban dan keluarga meminta agar jaksa melakukan upaya hukum banding.

Pasalnya, pelaku sesuai amar putusan majelis hakim terbukti sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pelanggaran kesusilaan.

Baca juga: Sudah Ada Vonis Pengadilan, Ketua DPRD TTS Dorong BK Percepatan Proses Putusan Jean Neonufa

Dalam amar putusan itu lanjut Robertus, tidak ditemukan pertimbangan hal yang memberatkan, dimana pelaku tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit saat memberikan keterangan.

Seharusnya, jika terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit saat memberikan keterangan dalam persidangan, hal itu menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman maksimal.

"Ada dua alasan kenapa kita mengajukan keberatan. Pertama, vonis yang dijatuhi majelis hakim dinilai tidak memenuhi rasa keadilan korban. Kedua, dalam putusannya, tidak temukan adanya pertimbangan majelis hakim dalam hal ini kondisi yang memberatkan dimana terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit saat memberikan keterangan. Ini yang menjadi keberatan pihak kita," ungkap Robertus.

Untuk diketahui, surat keberatan tersebut juga akan disampaikan kepad Kejati NTT, Kejagung RI, Ombudsman dan Komisi III DPR RI.

Baca juga: Mantan Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Selain jalur pidana, kasus tersebut juga akan dibawa ke jalur perdata. Jean akan digugat pemulihan nama baik korban dan keluarga.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved