Breaking News:

Berita Kota Kupang

Rp 13 M untuk Insentif Nakes di Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan Rp 13 miliar untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan ( Nakes) yang menangani Covid-19

Editor: Kanis Jehola
PK/IRA
drg Retnowati 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan Rp 13 miliar untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan ( Nakes) yang menangani Covid-19. Anggaran itu dipaketkan melalui dana refocusing sebesar Rp 80 miliar. Insentif akan dibayarkan paling lambat akhir September 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati menjelaskan, berdasarkan petunjuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, pemerintah daerah wajib membayarkan insentif nakes dan tenaga medis lainnya.

"Nakes yang bertugas atau mengurus pasien Covid-19, mulai dari upaya tracing, testing dan treatment," kata Retnowati, Rabu 8 September 2021.

Retnowati mengaku sudah menerima surat dari pemerintah pusat tanggal 19 Agustus lalu. Isinya, menginstruksikan agar pemerintah daerah membayarkan insentif nakes menggunakan APBD.

Baca juga: Covid-19 di Kota Kupang, 4 Kelurahan di Kota Kupang Sudah Kategori Zona Hijau

Pemkot menindaklanjuti surat tersebut dengan meminta pendampingan dari Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT.

"Pendampingan ini dimaksudkan mencegah kesalahan atau kekeliruan, juga mempercepat proses administrasi agar sesegera mungkin bisa dicairkan," katanya.

Ia menjelaskan, setelahnya Pemkot Kupang menggelar rapat dan konsultasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), diputuskan pembayaran menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), karena anggaran refocusing masuk dalam BTT.

"Sesuai dengan perhitungan dari RSUD SK Lerik dan Dinas Kesehatan, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 13 miliar untuk pembayaran sampai Desember (2021) nanti," sebutnya.

Baca juga: Zona Kuning Penyebaran Kasus Covid-19 di Kota Kupang Terus Bertambah

Retnowati menegaskan, pembayaran insentif nakes dibebankan kepada pemerintah daerah, hanya untuk nakes dan tenaga medis yang bekerja di RSUD SK Lerik dan semua Puskesmas di Kota Kupang.

Sedangkan intensif nakes yang tertunda pembayarannya sejak tahun 2020 akan diusulkan atau disesuaikan pada perubahan anggaran tahun 2021. Totalnya Rp 1 miliar lebih.

"Petunjuk teknis pembayaran memang sangat ketat. Anggaran harus benar-benar dibayarkan kepada tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien," tandasnya.

Ia mencontohkan, nakes yang bekerja di Puskesmas harus membuktikan terlibat dalam penanganan pasien, misalnya, mengunjungi pasien, melakukan pengambilan sampel dan tracing.

"Memang agak rumit, harus ada foto, bukti riwayat pasien dan berapa lama dirawat. Dibayarkan juga ada klasifikasinya, yaitu per pasien, ditangani oleh satu dokter umum, dua perawat, satu tenaga medis dan tenaga laundry serta driver. Jadi agak rumit untuk menginputnya," ungkapnya. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved