Berita NTT
89 Atlet NTT Akan Berlaga di PON Papua 2021, KONI Target 10 Emas, Ini Penjelasan Pemerintah
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan keikutsertaan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX d
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan keikutsertaan dalam perhelatan Pekan Olahraga
Nasional (PON) ke XX di Papua pada 2021.
Ketua KONI NTT, Andre Koreh menyebut sebanyak 89 atlet dipastikan ikut dalam event olahraga terbesar di tanah air itu.
Atlet tersebut akan tampil dan bertanding dalam 12 cabang olahraga yang lolos pada PON tersebut.
Baca juga: Ketum Perkemi NTT Optimis Atlet Kempo NTT Raih Medali Emas Di PON XX Papua
Cabang olahraga tersebut jelas Andre Koreh terdiri dari kempo, tinju, silat, atletik, renang, taekwondo dan tarung derajat.
Selain itu ada pula wushu, muay thai, cricket, menembak dan sepak bola.
Dengan masa persiapan yang panjang sejak tahun 2017 silam, KONI NTT menargetkan 10 medali emas dari 3 cabang olahraga unggulan.
"Kali ini kita menargetkan 10 medali emas yakni 6 dari kempo, 2 dari tinju dan 2 dari silat dari total 12 cabang olahraga yang kita ikuti," ujar Andre Koreh.
Baca juga: Kanwil Kemenkumham NTT Ingatkan Pentingnya Perlindungan Hukum Terhadap Tenun Ikat Sabu Raijua
Terkait keikutsertaan dalam PON XX Papua, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengakui tanggung jawab pemerintah.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adrianus Nae Soi dalam rilis resmi menyebut pemerintah daerah bertanggung jawab atas sistem keolahragaan di daerah. Sebagai pengelola olahraga di daerah, pemerintah daerah dibantu oleh KONI.
Keikutsertaan dalam PON sebagai bagian dari pengembangan olahraga prestasi melibatkan atlet daerah serta organisasi olahraga. Karena itu pemerintah membuka ruang untuk duduk bersama KONI sebagai induk organisasi olahraga.
"Tanggung jawab pemerintah daerah dalam sistem keolahragaan adalah sebagai pengelola olahraga di daerah dan dibantu oleh KONI daerah. Maka saya meminta kepada teman-teman dari KONI, dari induk organisasi, mari kita duduk bersama agar jangan sampai pemerintah mengatakan bahwa ini tugasnya KONI, ini tugasnya induk organisasi saja," ujar Josef Nae Soi.
Ia menegaskan, tanggung jawab olahraga sebenarnya berada pada tangan pemerintah tetapi didelegasikan kepada induk-induk organisasi yang dikoordinir oleh KONI.
Untuk keikutsertaan atlet Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam PON XX Papua 2021, Josef Nae Soi mengingatkan agar selain prestasi, pada atlet juga memperhatikan faktor kesehatan, keamanan serta kenyamanan selama keikutsertaan.
Josef Nae soi menyebut, pelaksanaan PON kali ini berbeda dengan sebelum - sebelumnya. Alasannya, karena dilaksanakan di Papua dan dalam kondisi pandemi Covid-19. (hh)