Breaking News:

Berita TTS

Kasus Dugaan Pemukulan di Noemuke, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres TTS

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim mengatakan pihaknya masih mendalami kasus dugaan pemukulan dengan terlapor Kades Noemuke

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim mengatakan pihaknya masih mendalami kasus dugaan pemukulan dengan terlapor Kades Noemuke Semyrs Lette dan Hendrikus Babys, Anggota DPRD TTS. Pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut.

" Kita masih Lidik kasus tersebut. Pekan ini kita panggil pihak terkait untuk diambil keterangan," ungkap Iptu Mahdi kepada Pos-Kupang.Com, Senin 30 Agustus 2021.

Ditanya terkait hasil visum, Iptu Mahdi mengaku pihaknya akan segera meminta hasil visum kepada pihak Puskesmas.

" Kita akan segera minta hasil visumnya. Korban sudah divisum beberapa waktu lalu," ujarnya.

Baca juga: Kades Noemuke Lapor Balik Apders Seo Ke Polisi

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette dan suaminya Hendrikus Babys yang notabenenya Anggota DPRD TTS diadukan ke Polsek Amanuban Selatan atas dugaan penganiayaan terhadap Apders Seo.

Akibat penganiayaan tersebut, Apders mengalami luka pada kepala, bibir, dan tangannya.

Kepada Polisi Apders menceritakan, kasus penganiyaan tersebut terjadi pada Rabu 18 Agustus 2021 lalu. Kejadian ini bermula ketika ia hendak menuju kali Noemuke dengan menggunakan sepeda motor.

Saat mendekati rumah jabatan Kepala Desa, tiba-tiba sepeda motor teman korban yang jalan beriringan dengannya tiba-tiba membelok sehingga tidak ada sinar lampu yang mengikuti sepeda motornya.

Baca juga: Apders Seo Mengaku Sempat Minum Laru, Tapi Tidak Maki Kades Noemuke

Sontak korban memaki temannya tersebut.  Tak beberapa lama berselang, tiba-tiba muncul pelaku yang datang menggunakan mobil dan langsung menganiayanya.

Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette yang dikonfirmasi terpisah tak  membantah telah memukul korban dengan menggunakan bebak. Ia mengaku memukul korban sebanyak empat kali kali di bagian kaki. 

Semrys mengaku, dirinnya memukul korban karena emosi dimaki oleh korban. Pukulan tersebut dikatakan Semyrs merupakan pembinaan agar korban tidak mengulangi perbuatannya. (*)

Baca Berita TTS Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved