Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Belu

SMPN 1 Atambua Desain Kurikulum Muatan Lokal Tarian Daerah Belu

ciri khas atau keunikan sekolah itu dapat dilihat ketika sekolah mengangkat potensi yang dimilikinya. 

Tayang:
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Sosialisasi Silabus dan Bahan Ajar Muatan Lokal Tarian Daerah Belu oleh Tim Pengembangan Kurikulum SMPN 1 Atambua, Rabu 18 Agustus 2021. 

Menurut Agustina, muatan lokal tarian daerah Belu ini akan diterapkan di 12 SMP se- Kabupaten pada tahun ajaran 2021-2022.

"Mata pelajaran mulok ini akan diterapkan tahun ajaran ini di 12 sekolah. Sekolah sekolah lain mungkin diterapkan hanya di kelas VII tapi khusus untuk SMPN 1 diberikan kepada siswa kelas VII, VIII dan IX karena SMPN 1 didukung tenaga guru yang memadai", kata Agustina. 

Lanjutnya, SMPN Negari 1 Atambua memiliki SDM guru di bidang seni tari sekitar 6-8 guru sedangkan guru musik berjumlah dua orang. 

Para guru tersebut memiliki kemampuan dan ketrampilan di bidang seni tari dan selama ini para guru selalu mendampingi peserta didik.

Baca juga: Pemkab Belu Terus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Hasil pendampingan dari para guru tersebut telah melahirkan peserta didik yang mampu dan terampil dan
dan bidang seni tari dan anak-anak telah membuktikan kemampuan mereka dalam berbagai ajang seni tari, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius Mali menyampaikan apresiasi kepada SMPN 1 Atambua yang telah menyusun kurikulum muatan lokal. 

"Kita harus beri apresiasi kepada satuan pendidikan karena ini kreasi dari satuan pendidikan bukan dari Dinas Pendidikan. Penyusunan kurikulum mulok itu ada dua, satu didesain oleh Dinas Pendidikan dan satu lagi didesain oleh satuan pendidikan. Yang ini disusun atau dikreasi oleh satuan pendidikan", puji Kadis Pendidikan. 

Menurut Kadis Joni Mali, di tengah situasi sulit baik karena pandemi COVID-19 maupun keterbatasan SDM di bidang pengembangan Kurikulum, justru satuan pendidikan mampu berkreasi dan inovasi. 

Kreativitas dan inovasi yang dilakukan SMPN 1 Atambua ini sesungguhnya mengatasi persoalan pengembangan kurikulum muatan lokal yang selama dirindukan oleh para insan pendidikan dan pemerhati pendidikan agar muatan lokal bisa berdiri sendiri.

Dengan adanya kurikulum muatan lokal maka bisa menambah sumber belajar bagi peserta didik dan juga masyarakat. 

Baca juga: 11 Anggota Paskibra di Belu Sudah Dikukuhkan dan Sehat

"Kalau kita lihat, mulok yang berdiri sendiri itu belum ada selama ini. Mulok selalu terintegrasi dengan mata pelajaran lain, seperti seni budaya, olahraga dan prakarya. Yang mereka kreasi ini mulok berdiri sendiri sehingga kita patut beri apresiasi" kata Joni Mali.

Joni Mali berharap, muatan lokal ini dapat diterapkan dengan baik di sekolah-sekolah yang sudah bisa menerapkannya sehingga menjadi motivasi bagi sekolah yang lain. 

Koordinator Pengawas Sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Aloysius Aton S.Pd memberikan apresiasi kepada tim pengembangan Kurikulum SMPN 1 Atambua bersama kepala sekolah yang ikut dalam tim tersebut. 

Kata Aloysius, apa yang dilakukan SMPN 1 Atambua ini merupakan suatu kemajuan di bidang pendidikan terutama untuk pengembangan kurikulum dan juga upaya melestarikan budaya. Terobosan ini patut diapresiasi dan didukung agar kurikulum ini berlanjut dan berkembang. 

"Saya senang karena mereka telah mengembangkan kurikulum muatan lokal, lalu menyusun silabus, RPP sampai pada bahan ajar. Mereka angkat pendidikan lingkungan sosial budaya daerah yaitu tarian daerah untuk diajarkan dan dipentaskan", ungkap Aloysius. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved