Pemerintah Kabupaten Belu Bakal Siapkan Alat GeNose
Mendeteksi dini Covid-19 dengan tes cepat merupakan bagian penting dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Mendeteksi dini Covid-19 dengan tes cepat merupakan bagian penting dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19.
Pemerintah Kabupaten Belu akan mempersiapkan alat tes cepat Covid-19 yang dinamakan geNose.
Alat ini akan ditempatkan di kantor-kantor pelayan publik seperti kantor Bupati dan Gedung DPRD. Setiap orang yang datang bisa melakukan tes cepat hanya dengan menggunakan embusan nafasnya.
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD mengatakan hal itu, Jumat 6 Agustus 2021. Katanya, GeNose merupakan alat test cepat Covid-19 dengan tingkat akurasinya 95 persen.
Baca juga: Biarkan Warga Berkerumun, Tokoh Masyarakat Minta Bupati Belu Tegur Kades Fulur
"Walaupun hanya 95 persen tapi paling tidak semua orang sudah bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau merasa kurang sehat pasti lebih waspada", kata Bupati Belu.
Dokter spesialis penyakit dalam ini mengemukakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan juga perlu dilakukan test.
Selama ini, test Covid-19 bermacam-macam jenis, seperti rapid antigen, TCM dan PCR. Test semacam ini harus memasukan alat ke dalam tubuh untuk mengambil sampel.
Menurut Bupati Belu, kegiatan test ini sangat penting namun kadang-kadang masyarakat takut. Ia mengibaratkan test covid seperti pengakuan dosa. Untuk mengetahui dosa dan agar dosanya bisa diampuni maka harus jujur mengaku dosa.
Baca juga: Panen Ratusan Kilogram Tomat di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati dan Wakil Bupati Belu Bangga
Melihat kondisi masyarakat yang masih ada rasa takut untuk dilakukan test, pemerintah mencari jalan keluar dengan mempersiapkan alat tes cepat jenis lain yakni GeNose. Alat ini hanya menggunakan embusan napas.
Bupati Belu menambahkan, saat ini pemerintah terus melakukan test raid antigen bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan Desember 2021, sekitar 70 persen masyarakat Belu sudah dilakukan tes.
Selain lakukan test, pemerintah juga menggenjot vaksinasi. Pemerintah menargetkan satu hari bisa 1000 lebih orang divaksin.
Caranya, 17 puskemas di Kabupaten Belu melakukan vaksin sebanyak 100 orang setiap hari. Namun target ini harus didukung ketersedian vaksin.
Pemerintah terus berupaya agar stok vaksin tetap terjaga walaupun kebijakan pendistribusian vaksin ini dibuat pemerintah pusat. (*)
Berita Kabupaten Belu Lainnya
Area lampiran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/293-warga-belu-positif-covid-19.jpg)