Breaking News:

Biarkan Warga Berkerumun, Tokoh Masyarakat Minta Bupati Belu Tegur Kades Fulur

Tokoh masyarakat Lamaknen, Kabupaten Belu Mateus Bere Bau merasa prihatin dengan aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Fulur

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
FOTO DOKUMEN WARGA untuk POS-KUPANG.COM
Aktivitas judi sabung ayam di Fulur menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Tokoh masyarakat Lamaknen, Kabupaten Belu Mateus Bere Bau merasa prihatin dengan aktivitas perjudian sabung ayam di Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen.

Aktivitas perjudian telah menimbulkan kerumunan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah Desa Fulur terkesan membiarkan aktivitas judi di wilayah desanya dan tidak ada upaya untuk melarangnya. Padahal Pemerintah Kabupaten Belu telah menerapkan PPKM sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Mateus Bere Bau menyampaikan hal itu kepada wartawan di Atambua, Senin 2 Juli 2021. Kata dia, warga sering melihat judi sabung ayam terjadi di Desa Fulur. Aktivitas judi ini biasanya hari Minggu dari siang hingga sore.

Baca juga: Jalan Sabuk Merah di Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Terancam Putus

"Biasanya hari Minggu. Mereka mulai dari jam 01 siang sampai sore", kata Mateus.

Lanjut Mateus, masyarakat kesal karena kepala Desa Fulur ikut bermain judi sehingga sangat sulit menghentikan judi di wilayah itu.

"Kita ada bukti foto dan vidio kepala Desa ikut main judi sabung ayam. Di tengah pandemi covid, judi bikin orang kerumunan. Pemerintah Desa membiarkan karena kepala Desa ikut judi juga", kata Mateus dengan nada kesal.

Terkait hal ini, Mateus selalu tokoh masyarakat perlu menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten supaya Bupati atau Wakil Bupati Belu menegur kepala desanya.

Baca juga: Pemerintah Kecamatan Lamaknen Operasikan Mobil Tangki Tiap Hari Distribusi Air ke Masyarakat

"Kita sebagai masyarakat menyampaikan fakta di lapangan. Kita kasih tahu saja ke Bupati. Kita omong karena ini masa pandemi covid-19. Pemerintah melarang masyarakat berkerumun tapi di Desa Fulur masih saja orang berkerumun", ujar mantan anggota DPRD Belu ini.

Kepala Desa Fulur, Julius Lesu yang dikonfirmasi wartawan Senin 2 Agustus 2021 mengaku adanya aktivitas judi di wilayahnya, Minggu 1 Agustus. Ia sudah mengecek ke lokasi dan menegur masyarakat agar tidak bermain judi lagi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved