Minggu, 31 Mei 2026

Jambu Air

Jambu Biji Kurangi Nyeri Saat Haid, Caranya?

Sebuah penelitian pada 197 wanita yang mengalami gejala nyeri menemukan bahwa mengonsumsi 6 mg ekstrak daun jambu biji setiap hari mengurangi

Tayang:
Editor: Hermina Pello
Tribun Manado
Manfaat jambu biji bagi kesehatan. Jambu Biji Kurangi Nyeri Saat Haid, Caranya? 

POS-KUPANG.COM - Pohon Jambu biji dapat tumbuh di mana saja, di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

Tanaman ini mudah berbuah, bahkan kadang tanpa perawatan khusus

Pohon jambu biji berasal dari Amerika Tengah.

Dikutip dari Wikipedia, jambu biji (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu batu, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. 

Baca juga: Daun Jambu Air Bisa Turunkan Panas dan Hilangkan Bau Keringat di Tubuh, Begini Caranya, Coba Deh!

Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis.

Buahnya berbentuk lonjong dengan kulit hijau muda atau kuning dan mengandung biji yang bisa dimakan.

Terlebih lagi, daun jambu biji digunakan sebagai racikan herbal dan ekstrak daunnya banyak dijadikan suplemen.

Menurut Healthline, buah jambu biji sangat kaya akan antioksidan, vitamin C, kalium, dan serat.

Baca juga: Kaya Vitamin A, C dan E, Ini 6 Manfaat Akan Kamu Dapatkan Jika Rutin Konsumsi Jambu Air

Kandungan nutrisi yang luar biasa ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Berikut 8 manfaat kesehatan dari buah dan daun jambu biji.

1. Dapat Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah

Baca juga: Selain Cegah Diabetes, Apa Saja Manfaat Lainnya Dari Jambu Air Merah bagi Tubuh?

Beberapa bukti menunjukkan bahwa jambu biji dapat meningkatkan kontrol gula darah.

Penelitian berjudul “Antidiabetic effects of extracts from Psidium guajava” menemukan bahwa ekstrak daun jambu biji meningkatkan kadar gula darah, kontrol gula darah jangka panjang, dan resistensi insulin.

Hal ini diperkuat oleh penelitian lain terhadap manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved