Breaking News:

Dosen dan Mahasiswa FST Undana Kupang Produksi Alat Pengering Daun Kelor, Ini Keunggulannya

Dosen dan Mahasiswa FST Undana Kupang Produksi Alat Pengering Daun Kelor, Ini Keunggulannya

Editor: Gordy Donofan
Dok. Humas Undana Kupang
Ketua Tim Peneliti Prodi Teknik Mesin FST Undana, Dr. Jefri Bale, M. Eng, Kepro Teknik Mesin, FST Undana, Dr. Erick Umbu K. Maliwemu, M. Eng dan anggota peneliti Ben V. Tarigan, S.T., M.M pose bersama mahasiswa Prodi Teknik Mesin FST Undana di Noelvaki, Kamis 5 Agustus 2021. 

Keunggulan

perbedaan alat pengering buatan Prodi Teknik Mesin-FST Undana dengan alat pengering daun kelor lainnya dapat dilihat dari beberapa hal, yakni, pertama, selain mengontrol temperature, alat tersebut juga bisa melihat kelembapan.

“Kenapa kelembaban perlu diperhatikan? Karena proses pengeringan setiap segmen dalam lemari mesin akan menunjukkan kelembaban yang berbeda. Oleh karenanya, dengan pengontrolan seperti ini, kita tau bagaimana tingkat kekeringan dari setiap bagian dari lemari ini,” papar anggota tim dosen Teknik Mesin FST Ben V. Tarigan, S.T., M.M.

Kedua, mengurangi kelembaban. “Hal yang berikutnya adalah dalam proses mengurangi kelembaban, kita menggunakan alat the humid. Nah, the humid pada umumnya seharga Rp 2 juta, dan mungkin tidak bisa masuk dalam lemari ini,” ujarnya.

“Oleh karenanya, inovasi yang kita buat adalah mempelajari proses the humid, lalu kita membuat sebuah alat yang jauh lebih kecil, lebih protek bahkan lebih murah. Hanya dengan biaya rp 100 ribu, kita bisa gunakan alat the humid yang efisien,” jelas Ben menambahkan.

Baca juga: Alumni Faperta Senang Prof. Heri Lalel Jadi Rektor Undana 

Ketiga, sudah terbitkan jurnal terakreditasi nasional.

“Dari hasil penelitian ini sendiri, kami sudah terbitkan di sebuah jurnal dengan terakderitasi nasional dan alat-alat ini sendiri sudah diidstribusikan ke mitra di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kupang dan Kabupaten Malaka dan sampai sekarang masih digunakan,” papar Ben sembari berharap, alat pengering itu terus dikembangkan dan dibuat lebih kecil lagi agar bisa didistribusikan ke tempat-tempat yang belum memiliki daya listrik yang besar.

Mahasiswa Prodi Teknik Mesin FST, Hendra Manafe menjelaskan, alat tersebut diserahkan kepada mitra di Noelbaki, Kupang Tengah tanggal 20 Desember 2020. “Hingga kini alat ini masih digunakan dan kami juga mendampingi masyarakat dalam hal perawatan mesin,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, mesin tersebut memiliki beberapa komponen, yakni tiga buah sensor kelembaban dan temperatur, yang terletak di bagian bawah, tengah dan atas. Keunggulan lainnya, kata Hendra, adalah kualitas kontrol menggunakan kamera thermal dan thermometer infared.

Memiliki beberapa komponen, untuk indikator, suhu maupun kelembaban atas tiga, yaitu di bagian bawah tengah dan atas.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved