Breaking News:

Wabup Langoday Perintahkan Inspektorat Audit RSUD Lewoleba

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday memerintahkan Inspektorat Daerah Kabupaten Lembata untuk RSUD Lewoleba

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Wakil Bupati Lembata menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri dari para donatur di RS Damian Lewoleba, Jumat, 6 Agustus 2021 pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANGM.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday memerintahkan Inspektorat Daerah Kabupaten Lembata untuk mengaudit pengadaan bahan makanan untuk kepentingan suplai gizi bagi tenaga kesehatan dan pasien di RSUD Lewoleba.

Hal ini dikatakan Plt Bupati Lembata itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Unit Gizi RSUD Lewoleba pada Kamis, 5 Agustus 2021, siang. Thomas mengatakan, dirinya mendapatkan banyak laporan terkait penyediaan bahan makanan bergizi untuk tenaga kesehatan dan pasien di RSUD Lewoleba yang tidak sesuai.

Saat melakukan sidak, Thomas mencecar para petugas di unit gizi dengan berbagai pertanyaan. Dia menemukan menu makan siang yang disiapkan untuk pasien dan tenaga kesehatan yang sudah disiapkan di atas meja adalah nasi, telur dan sayur sawi.

Padahal menurut informasi yang diterima, menu makan siang untuk asupan gizi bagi tenaga kesehatan adalah nasi, daging dan sayur.

Baca juga: Empat Prioritas Kebijakan Wabup Lembata,Dari Penataan Birokrasi Hingga Infrastruktur Kota Lewoleba

"Hari ini saya temukan seperti ini berarti apa yang disampaikan oleh beberapa orang yang memberi tahu saya itu betul. Berarti kondisi ini berlangsung begini terus menerus oleh pihak ketiga. Inilah cara kerja kita," ungkapnya, tampak kesal.

Dengan kondisi ini, Thomas memerintahkan Kepala Inspektorat Daerah, Abdul Fatah Sarabiti dan Direktur RSUD Lewoleba, dr Bernadus Yosep Beda yang hadir pada saat itu untuk mengevaluasi kerjasama terkait pengadaan bahan makanan untuk unit gizi.

"Pak inspektorat saya minta dievaluasi ini. Pak Direktur evaluasi. Apakah sesuai dengan alokasi anggaran atau tidak. Karena informasi yang masuk ke saya diakui oleh pak pengelola. Pagi telur satu dengan nasi, siang telur kadang-kadang ada tambahan daging atau ikan. Kalau tidak ya pagi siang sore malam semuanya telur," kata Thomas.

Tidak hanya mengevaluasi kerjasama, Thomas juga meminta Direktur RSUD Lewoleba untuk mengevaluasi anggaran pengadaan makanan bergizi untuk tenaga kesehatan dan pasien di RSUD Lewoleba.

Baca juga: Wabup Lembata : Semua yang Ada Dalam Pemerintahan Kerja Dalam Tekanan, Tidak Ada yang Bahagia

"Nakes-nakes kita ini garda terdepan. Mereka harus banyak gizinya selain vitamin tapi makan minum. Dia garda terdepan, benteng ini. Bayangkan sekian banyak nakes yang sakit yang positif karena memang daya tahan tubuhnya lemah," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved