Berita Ngada
Meski Omset Menurun Akibat Pandemi Covid-19, Para Pengusaha di Ngada Dukung PPKM
baru dalam rangka memperpanjang pemberlakuan PPKM karena ekalasi penyebaran covid-19 di wilayah tersebut meningkat.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Meski Omset Menurun Akibat Pandemi Covid-19, Para Pengusaha di Ngada Dukung PPKM
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Sejumlah pengusaha di Kabupaten Ngada mengungkapkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan oleh pemerintah sangat berdampak pada penerimaan pendapatan.
Pasalnya, dengan adanya PPKM tersebut, masyarakat sudah jarang sekali datang untuk berbelanja di toko-toko sehingga penerimaan semakin menurun.
Meskipun penerimaan omset menurun karena pemberlakuan PPKM, para penguasaha di Ngada tetap mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran corona termasuk dengan pemberlakuan PPKM.
Pemilik Toko Mentari Bajawa, Joko Santoso mengaku para pengunjung yang datang ke toko sudah sangat sepih pasca pemberlakuan PPKM berskala mikro di wilayah Kabupaten Ngada.
Baca juga: Dua Bendahara Desa Lanaimai 1 di Kabupaten Ngada Ditetapkan Sebagai Tersangka
Selain itu, kata Joko, pandemi covid-19 yang merebak selama ini juga sudah memberikan dampak yang negatif terhadap daya beli masyarakat.
"Sekarang memang sudah sepih sekali pembeli yang datang ke toko untuk beli akibat penerapan PPKM, mungkin saja merrka sudah takut keluar atau daya beli mereka sudah menururn akibat pandemi covid-19," kata Joko kepada Pos Kupang belum lama ini.
Joko mengatakan, sebenarnya tidak masalah dengan penerapan PPKM tersebut, meskipun secara ekonomis sangat berdampak pada penerimaan pendapatan menurun, asalkan masalah keselamatan manusia diutamakan.
"Sebenarnya dengan adanya peneran PPKM ini sudah bagus. Cuman kesadaran dari masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan masih kurang. Padahal pemerintah ini sudah berusaha untuk menekan laju penyebaran covid-19 di daerah ini," ungkapnya.
Baca juga: Kodim 1625 Ngada Serahkan Bantuan Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19
Untuk itu, Joko menyarankan kepada pemerintah untuk tidak bosan-bosan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat karena masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19.
Sementara itu, Koordinator Supervisor PT Inti Hari Santosa area Bajawa, Ferdinandus Marus mengaku bahwa dengan adanya penerapan PPKM berskala mikro, pendistribusian barang-barang ke toko-toko semakin berkurang.
Untuk itu dirinya menyarakan kepada pemerintah daerah agar tidak semua wilayah di Kabupaten Ngada menerapkan PPKM berskala mikro, sehingga hanya di daerah tertentu saja yang jumlah kasus positif covid-19 meningkat saja yang menetapkan PPKM.
"Sehingga di daerah-daerah lain yang kasusnya tidak ada kita bisa lakukan pengiriman barang," ujarnya.
Baca juga: Gandeng Kelompok Tani Tetesan Permata, Gerbang Tani Ngada Tanam Holtikultura di Desa Wue
Pemilik Toko Mitra Usaha Bajawa, Stefanus Hendra Setiawan kepada Pos Kupang juga mengatakan hal yang sama. Bahwa pembeli sudah jarang sekali datang berbelanja di toko Mitra Usaha pasca adanya pemberlakuan PPKM.
Dengan berkurangnya para pengunjung yang datang untuk membeli di toko maka dampaknya omset menurun.
"Jadi karena mobilitas manusia berkurang yang datang ke toko ini sehingga otomatis penerimaan juga berkurang," ujarnya.
Stefanus mengungkapkan, pihaknya mendukung apabila pemerintah pusat dan daerah mengeluarkan kebijakan baru dalam rangka memperpanjang pemberlakuan PPKM karena ekalasi penyebaran covid-19 di wilayah tersebut meningkat.
Baca juga: Dua Bendahara Desa Lanaimai 1 di Kabupaten Ngada Ditetapkan Sebagai Tersangka
"Setelah melihat dan merasakan demi kesehatan bersama mau tidak mau harus ada yang dikorbankan. Karena dengan PPKM ini termasuk solusi dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Kalau tidak nanti covid-19 semakin meningkat karena pergerakan orang lebih bebas," ungkapnya.
Stefanus mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia, sebab dengan adanya pelaksanaan vaksin, maka tercipta kekebalan kelompok.
"Kemudian kalau bisa ada juga program bantuan untuk masyarakat kecil sehingga membantu mereka ditengah pandemi covid-19. Karena kami yang besar saja merasakan sekali dampaknya," ujarnya.
Stefanus juga meminta kepada pemerintah juta memperpanjang terkaur dengan kebijakan relaksasi pembayaran kredit di Bank karena hampir semua pengusaha di Kota Bajawa merasakan sekali dampak pemberlakuan PPKM terhadap penurunan omset.
Baca juga: Datang ke Air Panas Manggeruda-Soa Kabupaten Ngada, Tatty : Minim Sentuhan dari Pemerintah
Selain dari ketiga pengusaha tersebut, pengakuan yang sama juga datang dari pemilik toko Sinar Harapan Alexius Jadur dan pemilik toko Langganan Santi. Mereka juga merasakan dampak penurunan omset akibat penerapan PPKM berskala mikro. (*)