Selasa, 5 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

DPRD Soroti Isoman Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat

kesulitan para isoman adalah mereka sulit mau dapat makan, mau keluar sulit, yang dapat obat itu mereka yang ke rumah sakit

Tayang:
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Suasana paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P) APBD Tahun Anggaran 2021 di Aula Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin 26 Juli 2021). 

DPRD Soroti Isoman Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM,  LABUAN BAJO - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyoroti isolasi mandiri (isoman) Covid-19 di daerah itu, Senin 26 Juli 2021.

Hal tersebut diungkapkan dalam sidang paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P) APBD Tahun Anggaran 2021 di Aula Kantor DPRD Kabupaten Mabar. 

Anggota DPRD Blasius Janu melontarkan pernyataan bahwa ragu jumlah para isoman yang mencapai sebanyak 1.452 orang apakah dikontrol atau tidak oleh tim satgas Covid-19

Sebab, lanjut dia, selama ini dirasa bahwa ribuan warga yang menjalani isoman tidak diketahui secara pasti keberadaan dan penanganannya hingga sembuh dari Covid-19. 

"Kami sebagai wakil rakyat ditanya terus," ujarnya. 

Di kesempatan yang sama, anggota DPRD dari Partai Golkar, Blasius Jeramun mengatakan, pihaknya menduga jumlah warga yang menjalani isoman lebih banyak dari data yang dipaparkan oleh tim satgas. 

Baca juga: Dua Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat Meninggal

"Selain itu, para isoman ini juga dikucilkan di tengah masyarakat," katanya. 

Anggota DPRD dari Partai PDIP, Agustinus Jik menyoroti, sumber data warga yang menjalani isoman. 

Menurutnya, data tersebut hanya didapatkan dari tempat pengambilan swab rapit tes antigen di mana menemukan warga yang reaktif, sehingga jumlah isoman menurutnya lebih banyak dari data yang ada. 

Di lain sisi, Agustinus juga berpendapat, pasien isoman tidak ditangani dengan baik. 

"Mereka memang kena Covid-19, tapi tidak pernah ditangani Dinas Kesehatan, mereka beli obat beli sendiri," katanya. 

Baca juga: Bupati Sumba Timur Minta Camat Awasi PPKM Mikro

Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Yosep Suhardi mengatakan, banyak warga yang menjalani isoman, sulit untuk bertahan hidup karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti keluar rumah untuk berbelanja. 

"Kami dapat informasi dari masyarakat, kesulitan para isoman adalah mereka sulit mau dapat makan, mau keluar sulit, yang dapat obat itu mereka yang ke rumah sakit, bagaiamana yang isoman di rumah, mereka tidak punya," jelasnya. 

Pihaknya juga menyakini, selain penanganan yang kurang untuk kesembuhan pasien yang jalani isoman, ia juga berpendapat, tim satgas tidak memiliki data pasti terkait jumlah warga yang jalani isoman. 

"Saya yakin pemerintah tidak punya data di mana para isoman, rumahnya di mana. Pasti tidak tahu. Lalu yang isoman saya tidak yakin seribu lebih, banyak teman saya tetangga saya banyak yang tidak data," katanya. 

Anggota DPRD dari Partai NasDem, Yopi Widiyanti mengaku pemerintah telah bekerja dengan baik dalam penanganan para isoman di daerah itu.

Baca juga: Jalan Waingapu-Kiritana Sumba Timur Nyaris Putus

 Terkhusus di Kecamatan Lembor, akui Yopi, pihak Dinas Kesehatan sangat responsif. 

"Kalau dikontak, langsung turun ke lokasi. Saya rasa pemerintah telah bekerja dengan maksimal," tegasnya. 

Menurutnya, angka kasus positif Covid-19 semakin tinggi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. 

Terlebih di daerah pedesaan yang saat ini masih sering melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan dan abaikan terhadap protokol kesehatan

"Saya minta Pol PP untuk amankan pesta. Bagaimana kita mau tangani Covid-19 tapi kesadaran kurang," katanya. 

Bupati Manggarai Barat , Edistasius Endi dalam kesempatan itu meminta Kadis Kesehatan, Paulus Mami untuk menjawab sorotan dari para anggota DPRD. 

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Koordinasi dengan BWS NT II, Jembatan Gantung Kiritana Putus

Paulus Mami dalam kesempatan itu memaparkan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani isoman hingga Minggu 25 Juli 2021 sebanyak 1.469 orang. 

Pihak dinas, lanjut Paulus, selalu melakukan monitoring dan memberikan obat untuk kesembuhan para pasien yang menjalani isoman. 

"Dari kami sudah laporkan ke pak bupati, kami kirimkan surat ke puskesmas dan laporkan ke pak bupati. Kami berikan vitamin dan kami selalu monitor juga di tempat isoman," katanya. 

Sementara itu, Bupati Mabar, Edistasius Endi menepis anggapan anggota DPRD yang menilai pemerintah tidak memiliki data valid jumlah para isoman di daerah itu. 

"Semua usulan dan masukan kami terima, kami memiliki data isoman by name by address, data dari desa, kelurahan hingga kecamatan," katanya.

Baca juga: Warga Kiritana Sumba Timur Menangis Saat Jembatan Gantung Ambruk

Menurutnya, pemerintah sangat serius dalam penanganan pandemi Covid-19, hal tersebut dapat dilihat dari gencarnya vaksinasi, penganggaran dan komitmen pemerintah menjalan setiap aturan. (*)

Berita Manggarai Barat

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved