Pendemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun Juga Hasil Prediksi WHO, Ini Syarat dan Kuncinya

Hampir semua negara di dunia sudah tak sabar lagi menghentikan pendemi virus corona Sejumlah negara, virus yang juga disebut Covid-19 masih menjadi a

Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kecewa dengan China yang menolak kedatangan tim WHO untuk menyelidiki asal usul virus corona. 

POS KUPANG.COM -- Hampir semua negara di dunia sudah tak sabar lagi menghentikan pendemi virus corona

Sejumlah negara, virus yang juga disebut Covid-19 masih menjadi ancaman meski jumlah kasus sudah menurun

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sudah memprediksi bahwa pendemi Covid-19 akan berkahir tahun 2021 ini

Di beberapa tempat, kehidupan tampaknya kembali normal.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut orang-orang "bodoh" jika mereka merasa pandemi telah berakhir.

Baca juga: Update Covid-19, 26 Pasien Covid-19 di Sumba Timur Sembuh 

WHO memperjuangkan keberhasilan pengembangan vaksin sebagai kunci untuk mengakhiri kematian dan kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh virus.

Namun, WHO telah menyatakan kekecewaan dengan kegagalan negara-negara untuk membantu memvaksinasi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada hari Rabu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan tujuan global untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada bulan September.

Tedros berharap mencapai 40 persen pada akhir tahun dan kemudian 70 persen pada pertengahan tahun depan.

Baca juga: Tim Gabungan Satgas Covid-19 Matim Tertibkan Sejumlah Hajatan Pesta 

"Ini adalah tonggak penting yang harus kita capai bersama untuk mengakhiri pandemi," kata Tedros. "[Pandemi] akan berakhir ketika dunia memilih untuk mengakhirinya, karena solusinya ada di tangan kita."

Lebih dari 2 miliar orang telah divaksinasi Covid-19, terhitung sekitar seperempat dari populasi global, yang jauh di bawah 70 persen yang dibutuhkan untuk berpotensi mencapai kekebalan kelompok.

Melansir Newsweek, Jumat (23/7/2021), WHO tidak melihat pandemi berakhir sampai setidaknya pertengahan 2022 ketika dunia berpotensi memvaksinasi 70 persen dari semua populasi negara.

Sementara itu, seorang anggota staf medis bekerja di unit perawatan intensif Rumah Sakit Henri Mondor di Creteil, dekat Paris, pada 22 Juli menyebut ketidakadilan vaksin sebagai "kegagalan moral" dan "mengalahkan diri sendiri secara epidemiologis dan ekonomis."

Baca juga: Viral,Pasien Covid-19 di Toba Dianiaya Warga,Dituduh Peluk Orang Lain Agar Tertular,Begini Ceritanya

Pakar kesehatan telah menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi yang rendah di wilayah tertentu di dunia memungkinkan virus menyebar dan meningkatkan kemungkinan pembentukan mutasi baru.

Sementara vaksin efektif melawan mutasi saat ini, semakin banyak mutasi yang muncul, semakin besar kemungkinan seseorang dapat lolos dari vaksin.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved