Breaking News:

Berita TTU

DPW Partai Berkarya NTT Bicara Perihal Anggota DPRD TTU yang Diduga Kerja Proyek di Rote Ndao

akan mendukung penuh proses hukum apabila oknum anggota  DPRD TTU tersebut terbukti mengerjakan proyek.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
ISTIMEWA
Antonius Kaunang 

DPW Partai Berkarya NTT Bicara Perihal Anggota DPRD TTU yang Diduga Kerja Proyek di Rote Ndao

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU-  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Provinsi Nusa Tenggara Timur l, Antonius Kaunang angkat bicara perihal salah satu kadernya yang saat ini menjabat sebagai DPRD Timor Tengah Utara, Florentinus Sonbay Alias Afo yang mana diduga mengerjakan proyek di Kabupaten Rote Ndao.

Menurut Antonius, dirinya telah memmberikan peringatan keras kepada para wakil rakyat (DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota) dari partai Berkarya agar tidak merangkap jabatan sebagai kontraktor.

"Secara organisasi partai politik, sudah kita peringatkan agar anggota dewan Partau Berkarya jangan coba-coba main proyek, kerja secara langsung ataupun menjadi sub kontrak," ujarnya melalui pesan WhatsApp yang diterima POS-KUPANG.COM, Sabtu, 24 Juli 2021.

Pasalnya, ada regulasi yang mengatur tentang larangan bagi anggota DPRD agar tidak mengerjakan proyek yang bersumber dari anggaran APBD. Aturan tersebut  tidak boleh dilanggar. 

Baca juga: Anggota Dewan TTU Sebut Sidang Paripurna Sepihak, Ketua : Wakil Rakyat Harus Baca Tatib Menyeluruh

Ia meminta para anggota DPRD di Wilayah Provinsi NTT dari Partai Berkarya harus memegang sumpah ketika menjadi anggota dewan. 

DPW Partai Berkarya NTT, lanjut Antonius, akan mendukung penuh proses hukum apabila oknum anggota  DPRD TTU tersebut terbukti mengerjakan proyek.

"Namun, yang bersangkutan sudah saya klarifikasi secara aturan partai, beliau menyatakan bahwa, itu anak saya yang sudah berkeluarga dan bekerja di PT Dua Sekawan sebagai pelaksana proyek di Rote. Jadi anaknya sebagai pegawai di PT Dua Sekawan. Saya selaku orang tuanya tidak pernah ikut campur Karna itu urusan dari PT. Dua Sekawan," ucap Antonius menirukan pernyataan Afo.

Sebelumnya diberitakan, Pakar Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Feka, S. H., M. H, mengatakan, oknum Anggota DPRD TTU yang diduga kuat merangkap jabatan sebagai kontraktor adalah perbuatan tidak terpuji dan di luar dari tugas dan fungsi sebagai DPRD. 

Baca juga: Kabupaten  TTU Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Tahun 2020 dari BPK

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved