Tito Karnavian Tegaskan Ini Kepada Kasat Pol PP Se-Indonesia: Ingat, Satpol PP Itu Bukan Preman
Sikap Satpol PP yang tak simpatik sehingga mendapat reaksi publik, rupanya mendapat perhatian Mendagri, Tito Karnavian.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Sikap Satpol PP yang tak simpatik sehingga mendapat reaksi publik, rupanya mendapat perhatian Mendagri, Tito Karnavian.
Mantan Kapolri ini ternyata menaruh perhatian besar atas tindakan oknum Satpol PP yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat.
Tito menandaskan, Satpol PP itu bukan preman. Satpol PP merupakan profesi yang mulia, profesi yang disegani.
Hal ini diungkapkan Mendagri saat memberikan arahan secara virtual kepada Satpol PP soal penegakkan aturan terkait PPKM Darurat yang kini turun ke level 4.
Baca juga: Fakta Budi Gunawan Bertemu Rizieq Shihab di Arab Saudi, Pledoi SInggung Tito Karnavian hingga Ahok
Arahan tersebut langsung kepada Kepala Satpol PP provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, baru-baru ini.
Dalam arahannya, Tito Karnavian kembali mengutip instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan PPKM Darurat di Tanah Air.
Pada kesempatan tersebut, Tito meminta Satpol PP agar tidak bertindak layaknya preman kepada masyarakat.
"Jangan samakan Satpol PP dengan preman,” katanya dengan nada tegas.
“Kalau baju sudah keren, sikap dan perilaku juga harus menyiratkan hal itu.”
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Kumpulkan Kepala Daerah se-NTT Untuk Penangan Covid19
Jangan dibuat terbalik, bajunya saja yang keren, tapi etika dan perilaku seperti preman. Ingat, itu tidak boleh terjadi,” tandasnya.
Ia menyebutkan, Satpol PP merupakan suatu profesi yang mulia, profesi yang disegani, yang diperlukan masyarakat.
Atas arahan tersebut, Satpol di beberapa wilayah, diantaranya Satpol PP Kota Bogor telah menerapkannya.
Satpol PP di Kota Bogot telah melakukan inspeksi secara humanis terhadap para pedagang di masa PPKM.
Selain itu, petugas juga terlihat membagikan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan pedagang yang disambanginya.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Minta Gubernur NTT Selesaikan Persoalan Bupati Alor
Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syach, mengatakan bahwa sembako telah disiapkan dengan sengaja diperuntukkan untuk membantu para pedagang kecil.
Dia juga menyadari, dalam kondisi sulit saat ini pendekatan secara humanis bagi para pedagang kaki lima yang terdampak lebih diperlukan.
"Sore, Bu. Apa kabar? Gimana? Sepi ya? Sabar-sabar dulu aja ya. Nanti untuk jamnya disesuaikan aja yang penting jangan ada yang makan di tempat. Sabar-sabar semuanya ya, sehat-sehat," kata Agus pada salah satu pedagang kaki lima di kawasan Kota Bogor.
"Kondisi memang lagi sulit sekarang tapi Insya Allah kita sama-sama bisa melewati ini semua ya," kata Agus saat menyambangi pedagang kaki lima lainnya.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian: Setiap Pemda Punya Lab PCR
Pendekatan dengan cara ini nyatanya lebih berdampak bagus dan tidak merugikan kedua belah pihak.
Walaupun bukan dinilai sebagai sektor esensial tetapi para penjual makanan kaki lima merasakan dampak yang sangat besar.
Tidak hanya sembako untuk pedagang kaki lima, Satpol PP Kota Bogor juga membagikan makanan terhadap pengemudi ojek online yang masih berlalu lalang.
Pendekatan seperti ini nyatanya juga lebih berhasil mengambil simpati masyarakat luas.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengintruksikan agar semua aparat berhati-hati dalam menurunkan indeks mobilitas masyarakat.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Beri Arahan Realisasi APBD dan Penangan Covid19 pada Pemprov-Pemkab se-NTT
Khususnya yang berkaitan dengan penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat, pedagang, PKL dan toko.
"Saya minta kepada Polri dan juga Mendagri, kepada daerah agar jangan keras dan kasar," ujar Jokowi dalam pengantar ratas evaluasi PPKM darurat pada 16 Juli 2021, yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 17 Juli 2021.
"Lakukanlah dengan tegas dan santun. Sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil bagi beras. Itu mungkin bisa sampai malahan pesannya," kata Jokowi.
Menindaklanjuti arahan Jokowi tersebut, Tito mengeluarkan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Penertiban Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Percepatan Pemberian Vaksin bagi Masyarakat.
Salah satu poin arahannya, Tito memerintahkan jajaran Satpol PP di daerah masing-masing untuk mengutamakan langkah-langkah yang profesional, humanis dan persuasif dalam pelaksanaan PPKM dalam beberapa tahapan.
Baca juga: Tito Karnavian Beri Menu Sarapan Pagi Bagi Kepala Daerah untuk Tangani Covid-19
Dia meminta Satpol PP agar tidak menggunakan kekerasan yang berpotensi melanggar hukum dalam melakukan kerja-kerjanya.
"Dalam pelaksanaan di atas, agar tetap bersinergi dengan jajaran TNI/Polri dan unsur Forkopimda lain yang terkait," dikutip sebagaimana bunyi poin 2 huruf c dalam Surat Edaran itu, Senin 19 Juli 2021.
Selain itu, dia juga meminta kepala daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi sebagai akibat terkena dampak pandemi Covid-19 dan dampak pelaksanaan PPKM.
"Tidak hanya tindak tegas, bantu masyarakat yang kesulitan ekonomi ada bantuan sembako, masker, makanan sehat, hand sanitizer, dan lain-lain," ucapnya.
Berita Lain Terkait PPKM Darurat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mendagri Tito Karnavian: Jangan Samakan Satpol PP dengan Preman