Berita TTS

Serukan Perlindungan Anak, Bupati Tahun Kukuhkan Forum Anak Kabupaten TTS

Ada16 orang anak stunting yang berhasil ditemui dari 48 orang anak di desa itu yang mengalami stunting serta 9 orang ibu hamil.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak Bupati Tahun sedang mengukuhkan forum anak kabupaten TTS di Rujab Bupati TTS 

Serukan Perlindungan Anak, Bupati Tahun Kukuhkan Forum Anak Kabupaten TTS

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG. COM, SOE - Sesuai dengan tema Hari Anak Nasional (HAN) 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS bersama Forum Anak TTS, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati hari HAN 2021.

Puncak perayaan HAN 2021 berlangsung di rumah jabatan (Rujab) Bupati TTS yang ditandai dengan pengukuhan badan pengurus Forum Anak TTS periode 2021-2023 pada Jumat 23 Juli 2021 oleh Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A TTS, mengatakan, melalui Forum Anak TTS, dirinya berharap kreativitas anak di Kabupaten TTS terus berkembang dengan baik sehingga suara dan aspirasi anak dan kaum muda yang bermakna dapat tersampaikan.

"Kita berharap forum anak bisa menjadi corong yang menyuarakan aspirasi anak," ungkap Linda. 

Baca juga: Mangkir Dari Sidang Paripurna DPRD TTS, Ini Alasan Bupati Tahun

Dalam rangkaian HAN 2021 yang telah dimulai sejak 7 Juli sampai dengan tanggal 21 Juli 2021, forum anak pun turut melakukan aksi nyata ke lokus stunting di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara.

Ada16 orang anak stunting yang berhasil ditemui dari 48 orang anak di desa itu yang mengalami stunting serta 9 orang ibu hamil.

Desa Ajaobaki sendiri merupakan salah satu desa lokus stunting dari 25 desa lokus stunting yang ada di Kabupaten TTS.

Dinas P3A Kabupaten TTS merupakan salah satu tim konvergensi stunting di KabupatenTTS sehingga bersama forum anak TTS menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak stunting.

Baca juga: Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dipusatkan di Lapangan Puspenmas Soe TTS

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemutaran film tentang stunting, film tentang informasi cara penularan dan pencegahan COVID-19 dan pembagian 50 paket kebersihan diri kepada anak. 

 “Perayaan HAN 2021 bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak di TTS melalui forum anak sebagai wadah partisipasi anak untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan di wilayah ini, dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang adalah hasil kreativitas dan dilaksanakan oleh mereka sendiri,” lanjut Linda. 

Pandemik COVID-19 lanjut Linda, telah berdampak besar pada kehidupan anak-anak di Indonesia. Selain beresiko tertular COVID-19, pandemik ini juga berdampak besar pada kehidupan sosial anak.

Peningkatan kasus kematian menyebabkan semakin banyak anak kehilangan pengasuhan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di TTS Terus Naik, Capai 157 Kasus

Diperkirakan, 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua atau pengasuhnya akibat COVID-19 selama 14 bulan pertama pandemik. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved