Rabu, 22 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 21 Juli 2021: Gagal, Haruskah Mundur?

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang penabur. Kisah tersebut disampaikan oleh Yesus di alam terbuka (daerah danau Galilea).

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Saya mesti pula menerima bahwa bisa jadi ada orang yang memang lebih baik dari saya dalam kesederhanaannya menurut ukuran saya.

Bila keterbukaan sikap ini ada, maka Gereja akan menjadi “Umat Allah”, “Communio”.

Tapi sebaliknya bila sikap seperti ini tidak mewarnai kehidupan saya, maka sangat boleh jadi Tuhan akan terpaksa berkata-kata, mengajar dan memperdengarkan Sabda-Nya kepada saya lewat forum-forum tak resmi, di alam terbuka.

Sekarang saya coba mendalami isi perumpamaan tadi. Yesus ber-perumpamaan : “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur” (Mat 13:3).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 19 Juli 2021: Jangan Memusnahkan

Dari kalimat singkat ini sudah ada 2 (dua) hal yang cukup menarik untuk diperhatikan, yaitu “penabur” dan “keluar”.

Tapi penabur rupanya sudah diidentifikasikan sebagai “seorang”. Jadi, orangnya sudah tertentu, jelas, yakni “Seorang” (bukan orang pada umumnya). Dengan demikian, ada seorang tertentu yang keluar dengan tujuan/karya khusus, yakni “menabur”.

Dengan ini mau diungkapkan tentang pribadi Yesus dan tugas perutusan-Nya sebagai penyelamat. Bahwa Yesus adalah penabur.

Dan, sebagai penabur, Ia selalu “keluar” (dalam arti positif, bukan keluar untuk keluyuran). Ia selalu pergi menabur.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021: Pesan Kesunyian dan Kualitas Waktu

Dalam menabur, Yesus tidak selalu mendapat sambutan, penerimaan yang sepadan. Ada pelbagai reaksi terhadapNya, seperti dicerminkan oleh berbagai jenis tanah yang menerima benih yang ditabur.

Mula-mula ada penerimaan penuh antusiasme. Tapi perlahan jelas terlihat adanya 2 (dua) kelompok yang terpisah.

Yang satu : murid-murid yang menerima Yesus dan semakin mendalami ajaran-Nya. Sedangkan kelompok yang lain adalah orang-orang yang menolak Yesus.

Tapi meski ada reaksi penolakan terhadap-Nya; meski forum-forum resmi tertutup bagi Dia; meski ada larangan untuk berbicara di tempat-tempat resmi, Yesus tak pernah mundur dari tugas perutusan-Nya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 18 Juli 2021: Hati Berbelas Kasihan

Ia tetap keluar menabur, sebab menabur itu adalah tugas-Nya sesuai dengan kebijaksanaan Bapa-Nya. Ketidakterimaan itu dipandang-Nya sebagai rencana atau kebijaksanaan Allah.

Jadi, Yesus pantang mundur, meski ditolak. Malah Ia justru berdoa-syukur kepada Bapa-Nya karena penolakan itu.

“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat 11:25).

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved