Breaking News:

Renugan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 3 Juli 2021, Pesta Santo Tomas Rasul: Ragu untuk Percaya

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Tomas Rasul. Nama Tomas berasal dari Bahasa Aram “te’oma,” yang artinya “anak kembar.” Ia lahir di Galilea.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Meski nama “Didimus” hanya disebut sebanyak tiga kali dalam Injil Yohanes, namun Tomas menjadi murid yang pantas dikenang karena tampil sebagai sosok yang berani, kritis dan berterus terang. Orang yang lebih banyak diam tidak berarti dia pasip. Justru dalam diam, orang lebih dalam bergulat dengan diri dan imannya.

Orang yang super sibuk, orang Lamaholot di Flores Timur sebut “kanga ranga” tidak identik dengan ketekunan dan kedalaman dalam pikiran dan refleksi. Apalagi ajaran-ajaran Yesus sangat kontroversial karena melampaui arus pemikiran umum yang sedang berjalan di ruang sosial-keagamaan bangsa Israel kala itu.

Kita diberi tahu bahwa justru di tengah kebimbangan atas semua peristiwa yang terjadi seputar hidup dan kematian Yesus, Gurunya inilah Tomas menata imannya agar lebih rasional, masuk akal, meskipun hal itu tidak menjadi ukuran kualitas. Tapi sekurang-kurangnya Tomas memberitahu kita bahwa justru keraguan dan kebimbangan menjadi penuntun menuju kepada Kristus.

Tomas beriman kepada Kristus karena dia benar-benar mengenal, tahu, melihat dan merasakan. Seluruh pancaindera ia kerahkan untuk semakin memperdalam dam menebalkan imannya kepada Kristus tersalib. Keberanian Tomas justru ia rajut dalam kebimbangan dan keraguan iman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 2 Juli 2021: Allah Bebas Memilih

Keberanian ditunjukkannya pada peristiwa meninggalnya Lazarus di Betania. Tomas tidak membiarkan Yesus pergi seorang diri ke Yudea. Tomas tahu bahwa hidup Yesus sangat terancam di sana.

Herannya, Tomas tahu risiko Yesus ke Betania. Dia sendiri juga manusia bingung, bimbang dan penakut, tentu saja. Tapi Tomas dengan berani menawarkan diri untuk menemani Yesus ke kota Betania yang berbahaya itu (Yoh 11:16). Tomas kuat dan teguh saat ada bersama Tuhan. Iman yang tumbuh spontan.

Saat Perjamuan Terakhir, Tomas dengan jujur mengakui ketidakpahamannya soal arah, ke mana Yesus akan pergi. Para murid sedang disiapkan oleh Yesus untuk mengerti dan memahami rahasia di balik kepergian-Nya dari tengah-tengah mereka (Yoh 14:5).

Lalui momen terpenting yang membuat ia dijuluki dengan sebutan “Tomas yang kurang percaya” adalah saat ia tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit sebagaimana diinformasikan para rasul lain.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 1 Juli 2021: Bangunlah, Angkatlah Tempat Tidurmu dan Pulanglah ke Rumahmu

“Kami telah melihat Tuhan” (Yoh 20:25). Ketika Yesus yang sudah bangkit dari alam maut itu menampakkan diri kepada murid-murid, Tomas sedang tidak berada di lokasi persembunyian para murid.

Anehnya, menurut catatan Injil, suasana Yerusalem sangat mencekam dan para murid terkurung di dalam rumah dengan pintu-pintu terkunci (Yoh 20:26) tapi Tomas masih sempat meninggalkan ketakutan itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved