Breaking News:

Opini Pos Kupang

Kohesivitas Supporter dan Fans Club Sepak Bola

Beberapa tim telah mendapat tiket ke babak 16 besar dan akan berlaga dengan skuad terbaik untuk memperoleh kemenangan

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Supporter dan fans club tentu memiliki kecenderungan tinggi untuk masuk dan berada dalam sebuah komunitas kelompok. Tujuannya hanya untuk memberikan dukungan kepada tim sepakbola yang diidolakannya.

Para suporter dan fans club biasanya menciptakan sebuah komunitas dengan perilaku khas melalui pola interaksi sosial yang khusus dalam memberikan dukungan secara penuh kepada timnya, bahkan kadang dilakukan secara berlebihan, sehingga tidak jarang timbul hal-hal negatif, seperti kerusuhan dalam sebuah pertandingan dan lain sebagainya.

Terlepas dari hal negatif tersebut, para supporter dan fans club yang tergabung dalam suatu komunitas tentu memiliki keterikatan psikologis yang sama, kuat, dan sulit tergoyahkan.

Baca juga: Update di Link Live Score Piala Eropa Grup B Hasil Euro 2021, Belgia vs Denmark

R. Giulianotti, (2002) dalam Journal of Sport & Social Issues, menjelaskan bahwa terdapat empat tipe orang yang menyaksikan pertandingan sepak bola yaitu flaneurs (penonton), supporters (pendukung), followers (pengikut), dan fans (penggemar).

Keempat tipe ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga tulisan ini hanya akan mengulas pribadi yang menyukai pertandingan sepak bola dan `membaptis' diri sebagai seorang supporter dan fans club.

Dalam arti sempit, suporter adalah dukungan yang diberikan oleh satu orang atau lebih kepada kelompok dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Suporter, para pemain dan ofisial tim serta perangkat pertandingan mampu menciptakan suasana dukungan yang luar biasa, sehingga bisa meningkatkan daya juang tim yang didukung bahkan melemahkan mental tim lawan.

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi supporter dalam memberikan dukungan terbaik untuk timnya, salah satu satunya adalah karena keterkaitan psikologis dan emosional yang ada dalam kondisi sosial supporter.

Kondisi keterikatan psikologis dan emosional ini tercipta oleh interaksi secara konstan sehingga melahirkan hubungan yang saling mempengaruhi.

Hal ini didukung dengan penjabaran Festinger, Schachter, dan Back (1950) bahwa dukungan supporter untuk timnya terjadi karena adanya rasa kecintaan dan saling memiliki yang sangat kuat terhadap tim yang dibelanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved