Opini Pos Kupang
Kohesivitas Supporter dan Fans Club Sepak Bola
Beberapa tim telah mendapat tiket ke babak 16 besar dan akan berlaga dengan skuad terbaik untuk memperoleh kemenangan
Dalam arti sempit, suporter adalah dukungan yang diberikan oleh satu orang atau lebih kepada kelompok dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Suporter, para pemain dan ofisial tim serta perangkat pertandingan mampu menciptakan suasana dukungan yang luar biasa, sehingga bisa meningkatkan daya juang tim yang didukung bahkan melemahkan mental tim lawan.
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi supporter dalam memberikan dukungan terbaik untuk timnya, salah satu satunya adalah karena keterkaitan psikologis dan emosional yang ada dalam kondisi sosial supporter.
Kondisi keterikatan psikologis dan emosional ini tercipta oleh interaksi secara konstan sehingga melahirkan hubungan yang saling mempengaruhi.
Hal ini didukung dengan penjabaran Festinger, Schachter, dan Back (1950) bahwa dukungan supporter untuk timnya terjadi karena adanya rasa kecintaan dan saling memiliki yang sangat kuat terhadap tim yang dibelanya.
Kemudian timbul rasa kebersamaan suporter yang erat karena para suporter memiliki kesamaan nilai-nilai, sikap dan sifat pribadi.
Lain dari itu, fans merupakan penikmat sepak bola yang turut mencurahkan perhatiannya untuk berfikir, berbicara, dan berorientasi pada salah satu tim sepak bola yang digemarinya.
Ada kegairahan dan spirit yang berbeda antara spectator (penonton) dan fans. Seorang penonton sepak bola belum tentu fans dari tim yang ditontonnya.
Sebab keterikatan seorang fans bukan pada aktivitas menontonnya tetapi pada pengetahuan terhadap tim/klub yang digemarinya.
Hal ini sejalan dengan temuan dari Jacobson (2003) yang berpandangan bahwa fans berbeda dengan spectator yang hanya menonton, sedikit mengamati dan mudah melupakannya.
Fans memiliki intensitas yang stabil dalam mengikuti perjalanan dan perkembangan tim sepak bola yang disukainya, sebab di dalamnya terdapat banyak makna emosional dan nilai penting.
Proses terbentuknya komunitas fans club dalam sepak bola secara kognitif dan afeksi berbeda dengan faktor keberadaan komunitas suporter sepak bola.
Fans club terbentuk karena adanya rasa ketertarikan sesama individu pada suatu nilai yang terkandung dalam suatu tim/klub sepak bola yang dapat membuka jalan terbentuknya identitas kelompok.
Adanya ketertarikan sosial terhadap kelompok dan anggota kelompok, serta dilanjutkan dengan adanya interaksi sosial yang intens, melahirkan apa yang dinamakan dengan kohesivitas kelompok.
Dalam kajian Psikologi Sosial, Festinger, Schachter, dan Back (1950) menjelaskan bahwa kohesivitas kelompok adalah ketertarikan pada kelompok dan anggota kelompok berdasarkan interaksi sosial dan tujuan pribadi yang menuntut adanya saling ketergantungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/logo-pos-kupang.jpg)