Breaking News:

Salam Pos Kupang

Waspadai Corona Varian Delta

HAMPIR semua wilayah di Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus infeksi virus corona

Editor: Kanis Jehola
Waspadai Corona Varian Delta
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - HAMPIR semua wilayah di Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus infeksi virus corona. Di Jakarta, dampak lonjakan pasien membuat kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet hampir penuh

Kapasitasnya kini sudah mencapai sekitar 85 persen. Penambahan ini meningkat cepat dalam beberapa hari. Kini semua pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota berjuang mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Lonjakan kasus Covid-19 tak sepertii biasanya. Kali ini yang menjadi ancaman adalah virus Corona jenis baru yang dikenal dengan varian Delta. Gejalah infeksi Covid-19 varian Delta lebih cepat dari virus Corona pada awalnya.

Gejalahnya antara lain nyeri sendi dan gangguan pendengaran. Kebanyakan pasien yang terinfeksi varian ini membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan memerlukan bantuan oksigen.

Baca juga: Salam Pos Kupang, Kamis 12 November 2020: Di Balik Akun Palsu

Baca juga: Salam Pos Kupang 12 April 2019:Mengantisipasi Indikasi Kecurangan dari Pemilih Pindah

Profesor Epidemiologi genetika di King's College London, Tim Spector menyebut gejala yang timbul akibat infeksi virus varian Delta terasa seperti flu yang parah. Beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta, yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status atas varian Delta ini sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang mengkhawatirkan. Varian Delta juga diketahui jauh lebih menular dari varian lainnya. Bahkan, WHO menyebut varian Delta dapat mengelabui sistem kekebalan tubuh.

Hal itu tak lepas dari adanya kandungan dua mutasi, yaitu L452R dan T478K, sehingga menjadikannya sebagai varian bermasalah. Para dokter di China menemukan bahwa pasien yang terinfeksi varian Delta kondisinya lebih parah dan memburuk dengan lebih cepat.

Baca juga: Salam Pos Kupang : Jaga Pemilu Damai

Baca juga: Salam Pos Kupang : Membaca dapat Mengubah Karakter

Pendapat para pakar tersebut memberi sinyalemen pada kita bahwa jangan meremehkan penyakit ini. Sebab, India sudah merasakan betapa tinggi daya rusak virus ini hingga menyebabkan kematian yang mestinya bisa dihindari.

Di NTT, sejauh ini baru Pemerintah Kabupaten Malaka yang berani memberi peringatan kepada stafnya untuk tidak bepergian ke luar NTT. Sebab, satu kasus saja yang terjadi akibat perjalanan ke luar NTT akan menjadi malapetaka besar bagi rakyat banyak.

Bupati Malaka, Dr Simon Nahak, SH, MH mengingantkan kepada warga Kabupaten Malaka untuk mewaspadai pendemi Covid-19 varian Delta yang kini tengah mewabah. Ia juga mengingatkan warganya untuk tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat.

Sementara untuk Aparatur Sipil Negara diharapkan menunda melakukan perjalanan ke luar daerah demi menjaga keselatan diri dan keluarga.

Cara komunikasi Bupati Malaka ini patut menjadi contoh bagi para kepala daerah lainnya. Untuk saat ini diperlukan agar semua pemerintah kabupaten dan kota termasuk Provinsi NTT bisa menirukan cara ini agar kasus Covid-19 varian Delta sampai menjadi pendemi baru di NTT.

Sikap waspada warga NTT perluh diperkuat agar NTT tidak menjadi sasaran terus bertambahnya virus Corona varian Delta yang sudah membunuh ratusan ribu warga India.

Kita tentu tidak ingin virus Corona ini menjadi ancaman yang mematikan di wilayah NTT. Protokol kesehatan saja tidak cukup, namun ditambah dengan terus mengingatkan mengenai ancaman pendemi ini yang bisa mengancam kapan saja. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved